Minggu, 21 Oktober 2007
PEMANFAATAN UBI GANYONG (Canna edulis)
UNTUK MEMBUAT SEREAL BAYI
Oleh :
Nessya Damayanti
NIS : 11169
SMA MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA
2 0 0 7
PEMANFAATAN UBI GANYONG (Canna edulis)
UNTUK MEMBUAT SEREAL BAYI
Abstraksi
Selama ini pemanfaatan ubi ganyong hanya sebatas direbus
untuk dibuat nyamikan. Padahal ubi ganyong memiliki
kandungan gizi yang banyak yang diperlukan tubuh, sehingga
sangat disayangkan apabila hanya dikonsumsi sebagai
nyamikan.
Tubuh manusia memerlukan gizi untuk dapat tumbuh dan
berkembang. Untuk memenuhi akan kebutuhan gizi, manusia
mengkonsumsi ragam makanan. Terlebih balita yang belum
memiliki gigi dan tulang yang kuat. Balita memerlukan
makanan yang banyak mengandung fosfor dan kalsium untuk
pertumbuhannya.
Pendahuluan
Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil pertanian.
Salah satu hasil pertanian yang dihasilkan adalah ubi
ganyong. Diantara komoditas ubi-ubian, ganyong belum
sepopuler ubi jalar atau ubi kayu. Pemanfaatannya pun
hanya sebatas direbus dan dijadikan nyamikan. Padahal
perlu diketahui bahwa ganyong merupakan salah satu bahan
pangan non beras yang bergizi cukup tinggi terutama
kandungan kalsium, fosfor, dan karbohidrat. Kandungan gizi
ganyong tiap 100 gram secara lengkap terdiri dari kalori =
95,00 kal; protein = 1,00 g; lemak = 0,11 g; karbohidrat =
22,60 g; kalsium = 21,00 g; fosfor = 70,00 g; zat besi =
1,90 mg; vitamin B1 = 0,10 mg; vitamin C = 10,00 mg; air =
75,00 g; bagian yang dapat dimakan = 65,00% (Sumber :
Direktorat Gizi Depkes RI, 1981).
Ubi ganyong dapat diproduksi menjadi makanan yang
bervariasi dan lebih mudah dikonsumsi dengan cara mengolah
menjadi tepung, tanpa mengurangi kandungan gizi yang
dikandungnya. Hal ini dapat mempermudah masyarakat dalam
memenuhi gizinya terutama bagi balita yang sangat
membutuhkan banyak kandungan gizi untuk pertumbuhan dan
perkembangannya. Dalam ubi ganyong terdapat kandungan
kalsium dan fosfor yang lebih banyak apabila dibandingkan
dengan kandungan kalsium dan fosfor yang terdapat pada ubi
jalar, padi, jagung, kentang, sehingga ubi ganyong sangat
baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada balita.
Berdasarkan latar belakang tersebut dibuatlah penelitian
Pemanfaatan Ubi Ganyong (Canna edulis) untuk Membuat
Sereal Bayi.
Untuk dapat tumbuh dan berkembang, tubuh memerlukan
banyak substansi kimia yang secara umum disebut zat gizi
(Nursanyoto Hertog, 1992). Fungsi utama dari makanan
adalah sebagai penyedia energi bagi aktivitas sel-sel
tubuh.
Bagi balita sebagai generasi penerus bangsa zat gizi yang
lengkap sangat diperlukan untuk tumbuh dan berkembang.
Ketika lahir, satu-satunya kandungan gizi yang diperoleh
bayi adalah asi dari ibu. Tapi ibu tidak bisa mencukupi
kebutuhan gizi bayi secara terus menerus, sehingga perlu
adanya asupan gizi lain dari makanan yang bervariasi.
Makanan yang bervariasi pun bukan sembarang makanan. Bagi
bayi yang belum memiliki tulang yang kuat dan gigi perlu
mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung fosfor dan
kalsium. Salah satu makanan yang mengandung fosfor dan
kalsium dalam jumlah banyak, adalah ubi ganyong.
Klasifikasi tanaman ganyong adalah : kingdom = plantae,
divisi = spematophyta, subdivisi = angiospermae, kelas =
monocotyledonae, ordo = zingiberales, famili = cannaceae,
spesies = Canna edulis Ker. Jenis ganyong ada dua yaitu
ganyong putih dan ganyong merah. Tapi dalam penelitian ini
memakai ganyong putih karena kandungan tepung lebih banyak
dibandingkan kandungan tepung yang ada di ganyong merah.
Bayi belum memiliki alat dan sistem pencernaan yang baik
dan sempurna sehingga perlu adanya variasi makanan yang
cocok untuk dikonsumsi bayi. Sereal merupakan makanan yang
tepat untuk dikonsumsi balita. Selain mudah dikonsumsi,
sereal tetap mengandung zat gizi yang banyak. Cara
pembuatan tepung ganyong : 1) pilih ubi ganyong yang
bagus, 2) Bersihkan ubi dari akar-akar serabut dan tanah
yang menempel, 3) Kupas kulit ubi ganyong dalam air
mengalir, kemudian dikeringkan selama beberapa waktu, 5)
Iris-iris daging ubi ganyong dengan pisau yang tajam atau
alat pengiris khusus hingga menjadi irisan tipis, 6)
Rendam irisan daging ubi ganyong dan Na-metabisulfit 1000
ppm, 7) Jemur irisan ubi ganyong selama beberapa hari
hingga benar-benar kering, 8) Tumbuk irisan ubi ganyong
kering hingga halus. 9) Ayak tepung hingga diperoleh
tepung dengan tingkat kehalusan tertentu, dan tepung ubi
ganyong telah siap dipakai.
Irisan ubi ganyong yang masih basah perlu direndam dalam
larutan Na-metabisulfit untuk mengurangi jumlah kalsium
oksalat yang bisa menyebabkan rasa gatal, menurunkan kadar
alkoloid penyebab rasa pahit dan memutihkan hasil yang
diperoleh (Tri Susanto, 2000).
Cara pembuatan sereal ubi ganyong : 1) Rebus sayur dan
hati ayam atau sapi, 2) Lumatkan/saring sayur dan hati
tersebut, 3) Ambil 1 sendok makan tepung ubi ganyong, 4)
Beri setengah gelas air, 5) Campur dengan sayur dan hati,
6) Masak hingga mengental sambil diaduk.
Formula sereal tepung ganyong dapat diberikan pada balita
mulai usia 4 bulan. Pada penelitian ini formula sereal ubi
ganyong telah penulis ujikan pada 5 sampel balita yang
berusia di bawah 1 tahun selama 1 minggu. Sehingga hasil
secara nyata belum dapat penulis paparkan. Namun demikian
berdasarkan wawancara penulis dengan orang tua balita dan
melihat balita saat mengkonsumsi sereal ubi ganyong,
balita memakan sereal tersebut dengan lahap.
Selama ini pemanfaatan ubi ganyong belum optimal karena
hanya direbus untuk dibuat nyamikan sehingga perlu adanya
penanganan pasca panen. Dengan demikian maka dapat
mengoptimalkan sumber daya alam yang belum teratasi.
Keuntungan yang diperoleh apabila mengoptimalkan
pemanfaatan ubi ganyong (mengkonsumsi) = 1) biaya murah,
2) ubi ganyong mudah diperoleh, 3) tidak ada efek
samping, 4) sebagai inovasi pangan, 5) menambah keragaman
pangan Indonesia, 6) meningkatkan ekonomi negara.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ubi ganyong
sangat baik untuk dibuat sereal bayi. Dengan kandungan
fosfor dan kalsium yang cukup banyak dibandingkan
kandungan fosfor dan kalsium di jenis pangan yang lain
misal kentang, ubi jalar, jagung, padi dapat membantu
pertumbuhan dan perkembangan pada balita terutama pada
tulang dan gigi. Keuntungan yang diperoleh : 1) biaya
murah, 2) mudah diperoleh, 3) tidak ada efek samping, 4)
sebagai inovasi pangan, 5) menambah keanekaragaman pangan
Indonesia, 6) meningkatkan ekonomi negara.
Daftar Pustaka
Anderson, 1998. Petunjuk Kepala Kesehatan. Bandung:
Indonesia Publishing House.
Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat
Antar Universitas Pangan dan Gizi. Bogor: Institut
Pertanian Bogor.
Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 1996. Departemen
Komposisi Bahan Makanan. Jakarta: Bhatara.
Nursanyoto, Hertog. 1992. Ilmu Gizi, Zat Gizi Utama,
Jakarta: Golden Terayon Press.
Rukmana Rahmat. 2000. Ganyong Budi Daya dan Pasca Panen.
Yogyakarta: Kanisius.
Susanto Tri. 2000. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian.
Bina Ilmu.
PENTINGNYA GIZI BAGI BALITA
Oleh : Lady Stephanie
SMA Negeri 7 Surakarta
I. Pendahuluan
Ciri anak sehat dpat dilihat dari segi fisik dan tingkah
lakunya. Anak yang sehat akan merasa senang apabila diajak
bermain, periang, mempunyai tubuh yang proporsional, dan
penuh dengan semangat. Ia pintar bersosialisasi dengan
yang lain. Kesehatan tubuh anak sangat erat kaitannya
dengan makanan yang dikonsumsi. Banyaknya zat-zat tidak
baik yang masuk ke dalam tubh melalui makanan sangat
mempengaruhi kesehatan. Oleh karena itu, kita harus selalu
menjaga pola makan.
Melalui tulisan ini, saya akan menjabarkan mengenai
manfaat pemenuhan gizi pada balita, macam-macam gizi yang
diperlukan oleh anak sekaligus bahan makanan yang
mengandung zat tersebut, dan contoh makanan yang layak
untuk dikonsumsi untuk pemenuhan gizi.
II. Latar Belakang
Setiap ibu mendambakan seorang anak yang sehat, namun
beberapa dari mereka tidak mengetahui mengenai gizi-gizi
yang harus dipenuhi seorang anak agar dapat berkembang
dengan baik. Mereka hanya menyediakan makanan, yang
seharusnya menjadi sumber gizi bagi tubuh, dengan kurang
berhati-hati. Beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya
masalah yang timbul mengenai gizi buruk pada balita adalah
faktor ekonomi, lingkungan, dan ketidaktahuan orangtua.
Keterbatasan ekonomi sering dijadikan alasan untuk tidak
memenuhi kubutuhan gizi pada anak, sedangkan apabila kita
cermati, pemenuhan gizi bagi anak tidaklah mahal, terlebih
lagi apabila dibandingkan dengan harga obat yang harus
dibeli ketika berobat di Rumah Sakit. Lingkungan yang
kurang baik juga dapat mempengaruhi gizi pada anak,
sebagai contohnya, seringnya anak jajan sembarangan di
tepi jalan, karena melihat teman-temannya yang juga sedang
jajan sembarangan.
Faktor yang paling terlihat pada lingkungan masyarakat
adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi-gizi yang
harus dipenuhi anak pada masa pertumbuhan. Ibu biasanya
justru membelikan makanan yang enak ke[ada anaknya tanpa
tahu apakah makanan tersebut mengandung gizi-gizi yang
cukup atau tidak, dan tidak mengimbanginya dengan makanan
sehat yang mengandung banyak gizi.
III. Tujuan
Tujuan dibuatnya tulisan ini adalah:
1. Memberitahukan bahwa gizi sangat penting bagi kesehatan
tubuh.
2. Memberitahukan kepada para ibu dan calon ibu untuk
berhati-hati dalam memilihkan makanan untuk sang buah hati
3. Memberitahukan pada masyarakat bahwa gizi merupakan
suatu kebutuhan yang mendesak bagi tubuh, sehingga perlu
dipenuhi agar tubuh menjadi sehat.
IV. Pembahasan
Seorang anak yang sehat akan tumbuh dan berkembang dengan
normal. Secara fisik, anak sehat dapat dilihat dari
naiknya berat badan dan tinggi badan yang teratur, dan
proporsional. Secara psikis, anak yang sehat akan terus
bertambah cerdas, perasaan bertambah peka, dan dapat
bersosialisasi dengan baik. Bukan hanya itu saja, anak
yang sehat tampak aktif, gesit, dan gembira serta mudah
menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Kesehatan seorang balita sangat dipengaruhi oleh gizi yang
terserap didalam tubuh. Kurangnya gizi yang diserap oleh
tubuh mengakibatkan mudah terserang penyakit, karena gizi
memberi pengaruh yang besar terhadap kekebalan tubuh.
Beberapa penyakit yang timbul akibat kurangnya gizi antara
lain diare, disentri, gondok, busung lapar, Defisiensi
Kurang Kalori Protein (KKP), Defisensi Vitamin A,
Defisiensi Yodium, Anemia, Marasmus, Kwashiorkor dan
beberapa penyakit lainnya. Meskipun kekurangan gizi bukan
merupakan hal baik untuk balita, bukan berarti apabila
seorang balita diberikan asupan gizi secara berlebih
(misalnya memberikan berbagai pil vitamin) akan membuat
tubuhnya menjadi kebal terhadap berbagai penyakit. Tubuh
balita justru akan mengalami kehilangan kemampuan untuk
‘membentengi’ tubuh, sehingga mempermudah masuknya
penyakit.
Gizi bukan hanya mempengaruhi kesehatan tubuh, tetapi
dapat juga mempengaruhi kecerdasan. Apabila gizi yang
diperlukan oleh otak tidak terpenuhi, otak akan mengalami
pengaruh sehingga tidak dapat berkembang secara optimal,
sesuai dengan potensi genetiknya.
Sejak masa kanak-kanak, otak manusia sudah mampunyai
dendrit, yang berfungsi untuk menghantarkan rangsangan.
Lebih banyak dendrit yang terbentuk dalam otak berarti
lebih banyak sinapsis yang berkemampuan dalam belajar.
Jika pada puncak pembentukan dendrit gizi yang tersedia
tidak cukup, maka jumlah sinapsis yang terbentuk akan
berkurang, sehingga mengakibatkan fungsi mentalnya
berkurang, seperti: daya ingat dan kapasitas belajar
kurang.
Pada anak usia dua sampai tiga tahun, mulai mendapatkan
masukan gizi-gizi yang khusus, seperti seng dan vitamin A.
Hal ini perlu diwaspadai, karena mempunyai relevansi
dengan perbanyakan sel tertentu dan bagian dari otak, yang
pada akhirnya mengakibatkan gangguan kemampuan anak dalam
memecahkan masalah dan mengingat informasi serta
mengurangi daya cipta. Zat lain yang perlu diwaspadai
adalah zat besi, karena dapat mengakibatkan kelainan
fungsi otak dan kelainan pertumbuhan balita serta mudah
terkena infeksi.
ASI merupakan sumber gizi pertama dan yang paling alami
yang diberikan ibu kepada anaknya. ASI banyak mengandung
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan air yang berubah
menjadi sebuah fondasi yang sangat kokoh untuk melindungi
tubuh dari penyakit. ASI juga mengandung kolostrum, yaitu
suatu zat kekebalan tubuh yang khusus, dan tidak pernah
terdapat pada jenis makanan yang lain. Berikut adalah
kelebihan-kelebihan ASI:
1. Mengandung Nutrien yang diperlukan oleh otak bayi:
a). Taurin, semacam zat putih telur yang hanya ada pada
ASI
b). Laktosa, zat hidrat arang dari ASI
c). Asam Lemak Ikatan Panjang
2. Mengandung lebih banyak laktosa
3. Mengandung vitamin yang cukup
4. Mengandung cukup air
5. Mengandung garam, kalsium dan fosfat yang tepat
6. Mengandung antibodi
7. Mengandung sel darah putih hidup
8. Mengandung zat yang disebut faktor bifidus yang
membantu bakteri khusus yaitu Lactobacillus bifidus yang
tumbuh dalam usus bayi
Meskipun ASI kaya akan gizi, namun ASI tidak diberikan
seumur hidup. Setelah bayi berumur kurang lebih satu
tahun, ia sudah boleh memakan makanan layaknya orang
dewasa. Tetapi untuk tetap menjaga kekebalan tubuhnya
terhadap penyakit, anak harus diberikan makanan yang
sehat, yaitu makanan yang tidak mengandung kuman penyakit
yang dapat membahayakan tubuh. Zat makanan atau zat gizi
yang diperlukan tubuh antara lain karbohidrat, lemak,
protein, vitamin, mineral dan air.
Karbohidrat diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi
utama. Apabila kekurangan karbohidrat, tubuh akan terasa
berat dan lemah. Karbohidrat banyak terdapat pada
umbi-umbian. Sedangkan lemak berfungsi untuk melindungi
organ tubuh, pelarut vitamin A,D, E, dan K, dan sebagai
sumber energi. Protein banyak terdapat pada keju, susu,
kelapa, dan avokad. Protien berfungsi untuk mengganti
sel-sel tubuh yang rusak, banyak terdapat pada telur,
gandum, dan kacang-kacangan. Vitamin berfungsi untuk
memperlancar proses pengolahan makanan. Vitamin banyak
terdapat pada buah-buahan. Makanan yang mengandung keenam
zat gizi tersebut disebut 4 sehat 5 sempurna.
Sebaiknya anak perlu dibiasakan memakan makanan yang sehat
dengan menu seimbang yang di Indonesia dikenal dengan
sebutan 4 sehat 5 sempurna. Makanan yang terdiri dari
nasi, lauk pauk, sayuran, buah-buahan, dan susu tersebut
mengandung keenam gizi yang diperlukan oleh tubuh.
Karbohidrat terkandung dalam nasi, lemak banyak teradapat
pada lauk pauk, protein terkandung dalam sayuran,
sedangkan buah-buahan dan susu banyak mengandung vitamin,
mineral, dan air.
V. Kesimpulan dan Saran
Balita masih sangat rawan terhadap berbagai macam
penyakit. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuhnya
belum benar-benar terbentuk. Oleh karena itu anak harus
diberikan asupan gizi yang cukup. Gizi tersebut akan
membantu membentuk sistem kekebalan tubuh yang kuat,
sehingga anak tidak mudah sakit. Untuk menyediakan gizi
yang cukup bagi balita, hanya diperlukan menu sehat
seimbang yang dikenal dengan nama 4 sehat 5 sempurna yang
terdiri atas nasi, lauk pauk, sayuran, buah-buahan dan
susu.
VI. Daftar Pustaka
Santosa, Sugeng. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta: PT.
Rieneka Cipta.
Syamsuri, Istamar. 2004. Biologi SMA kelas XI. Jakarta:
Erlangga.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS
1. Daftar riwayat hidup
Nama Lengkap : Lady Stephanie
NIS : 05846222
Sekolah : SMA Negeri 7 Surakarta
Kelas : XII-IPA.1 / 25
Tempat/tgl lahir : Surakarta, 16 September 1990
Alamat : Jl. Sidomukti 30 Cemani, Solo
Pendidikan
Tahun Tamatan Keterangan
2002 SD Negeri Bromantakan 56 Berijazah
2005 SMP Negeri 5 Surakarta Berijazah
Pengalaman Organisasi
Tahun Organisasi
2006 - 2007 Pramuka SMA Negeri 7 Surakarta
MENGAPA INDONESIA HARUS IMPOR BERAS ?
MENGAPA INDONESIA HARUS IMPOR BERAS ?
Oleh : Zainal Arifin
Cadangan Beras Pemerintah
Komoditi beras memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia dipandang dari aspek ekonomi, tenaga kerja, lingkungan hidup, sosial, budaya dan politik. Masalah beras bukan hal yang sederhana dan sangat sensitif sehingga penangannya harus dilakukan secara hati-hati. Kesalahan yang dilakukan dalam kebijaksanaan perberasan akan berdampak tidak saja pada kondisi perberasan nasional tetapi juga pada berbagai bidang lain yang terkait.
Bencana alam dan bencana sosial yang tidak dapat diprediksi ada di setiap tahun. Musim kering pada setiap tahun mengakibatkan sebagian masyarakat mengalami rawan pangan. Mereka butuh bantuan pangan (terutama beras). Pangan tersebut tersedia, namun akibat bencana tersebut, mereka tidak mampu memperolehnya, sebab tidak memiliki dana untuk membelinya.
Di sisi lain, pemerintah menetapkan Harga Dasar Pembelian Pemerintah (HDPP) untuk komoditi gabah dan beras dengan tujuan untuk memberikan jaminan harga bagi produk pertanian yang dihasilkan petani. Ada masa panen dan masa paceklik dalam produksi ini. Pada waktu panen, gabah/beras melimpah di pasaran sehingga BULOG ditugaskan untuk menyerap sebagian hasil produksi petani melalui pengadaan dalam negeri sehinga harga gabah tidak terancam. Dan di waktu paceklik, produksi menurun, pasar kekurangan beras, BULOG ditugaskan untuk menambah suplai beras melalui operasi pasar. Dengan adanya penetapan HDPP, maka BULOG harus membeli gabah/beras sesuai HDPP. Sementara itu di pasar dunia, harga beras impor cenderung menurun dengan pelepasan stok yang cukup besar dari negara-negara produsen. Dengan lemahnya pengawasan terhadap impor, terjadi pemasukan impor beras ilegal yang tidak terkendali dengan harga yang lebih murah dibanding HDPP. Rendahnya harga beras di pasar dalam negeri dan terbatasnya kemampuan BULOG untuk menyerap kelebihan pasar (marketed surplus) mengakibatkan petani tidak lagi menikmati besarnya pendapatan yang sejalan dengan kenaikan harga-harga input produksinya. Beras impor telah menjadi penentu harga beras yang dominan. Dengan demikian, pasar yang diandalkan oleh petani adalah pengadaan BULOG. Namun BULOG sebagai institusi yang diperintahkan untuk mengamankan HDPP, mempunyai keterbatasan untuk membeli karena kecilnya penyaluran/outlet untuk beras yang ada di gudang BULOG.
Dengan pengadaan yang terkonsentrasi pada panen raya (periode Peb - Mei) dengan jumlah pengadaan 60% dari keseluruhan pengadaan, mengakibatkan beras yang telah masuk di gudang BULOG harus disimpan selama berbulan-bulan sebelum disalurkan. Relatif besarnya pemasukan saat panen terhadap penyaluran menyebabkan jumlah stok yang disimpan menjadi besar dan berpengaruh pada besarnya bunga yang harus dibayarkan oleh BULOG. Selain itu juga akan berakibat pada perubahan kualitas gabah/beras tersebut yang cenderung menurun.
Dalam rangka ketahanan pangan dan untuk situasi darurat (bencana alam dan bencana sosial), pemerintah perlu memiliki stok pangan (beras) yang dapat dengan segera didistribusikan. Selama ini, untuk keperluan darurat, pemerintah mengambil stok beras yang ada di BULOG. Pemerintah harus mengeluarkan dana untuk membayar beras tersebut. Hal ini menjadi tidak fleksible karena dana tersebut mungkin belum tersedia atau prosesnya lama sementara keadaan di lapangan menuntut kecepatan penyediaan beras. Untuk itu pemerintah perlu memiliki stok yang dapat setiap saat disalurkan sesuai keinginan, pemerintah dimana stok tersebut dikelola oleh BULOG sebagai sebuah institusi pemerintah yang selama ini telah menangani beras.
Dengan adanya stock di gudang BULOG banyak manfaat yang diperoleh baik untuk pemerintah, Institusi BULOG maupun masyarakat umum. Bagi pemerintah dengan adanya stock, pemerintah memiliki stok pada jumlah tertentu yang selalu tersedia setiap waktu dan setiap tempat. Dengan adanya stok tersebut, apabila sewatu-waktu pemerintah memerlukan seperti untuk mengatasi dampak bencana alam, bencana sosial, kelaparan/rawan pangan maupun untuk operasi, keamanan dalam rangka mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, hanya perlu menugaskan kepada BULOG untuk menyalurkan beras pada wilayah tertentu tanpa harus mengeluarkan dana. Dalam hal ini penugasan penyaluran beras tersebut dapat dikeluarkan oleh Menko Kesra.
Hilangnya Lahan Sawah
Terdapat kecenderungan bahwa konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian mengalami percepatan. Dari tahun 1981 sampai tahun 1999 terjadi konversi lahan sawah di Jawa seluas 1 Juta ha di Jawa dan 0,62 juta ha di luar Jawa. Walaupun dalam periode waktu yang sama dilakukan percetakan sawah seluas 0,52 juta ha di Jawa dan sekitar 2,7 juta ha di luar pulau Jawa, namun kenyataannya percetakan lahan sawah tanpa diikuti dengan pengontrolan konversi, tidak mampu membendung peningkatan ketergantungan Indonesia terhadap beras impor. Selain itu, konversi lahan pertanian juga menyebabkan hilangnya berbagai multifungsi pertanian lainnya (selain ketahanan pangan), terutama fungsi lingkungan.
Lahan sawah mempunyai arti yang terpenting dalam menentukan ketahan pangan nasional. Ketahanan pangan meliputi aspek ketersediaan bahan pangan, aksesibilitas masyarakat terhadap bahan pangan, dan keamanan pangan (food safety). Lebih dari 90% beras yang dikonsumsi di Indonesia dihasilkan di dalam negeri, dan sekitar 95% dari beras dalam negeri tersebut dihasilkan dari lahan sawah. Kekurangan kebutuhan beras selama ini dipenuhi dengan beras impor. Jaminan ketersediaan beras impor lebih rendah dibandingkan dengan ketersediaan beras di dalam negeri. Selain ditentukan oleh kondisi produksi dari negara pengekspor, hubungan bilateral antara negara pengekspor dengan Indonesia serta keamanan regional menentukan ketersediaan beras impor. Berbeda dengan beras di dalam negeri yang dihasilkan sampai di daerah terpencil, distribusi beras impor
lebih terbatas. Adanya impor tidak menjamin peningkatan aksebilitas penduduk di daerah terpencil terhadap beras, akan tetapi areal produksi beras yang tersebar lebih menjamin ketersediaan beras sampai kepelosok tanah air. Selain itu, jaminan keamanan (food safety) untuk bahan pangan yang diproduksi di dalam negeri mungkin lebih baik dibandingkan dengan pangan yang diimpor. Atau sekurang-kurangnya kita lebih mengerti bagaimana bahan pangan diproduksi di dalam negeri. Namun kita tidak tahu, pada lahan yang bagaimana beras impor diproduksi dan apakah sistem produksinya aman untuk kesehatan ?
Penulis : ZAINAL ARIFIN
Kelas XII IA 1
SMA NEGERI 2 SRAGEN
Jl. Anggrek No. 34 Sragen 57212
Telphone (0271) 891215
karya SMA Muh 1 Klaten
karya ilmiah dari:
1. Adi Nugraha
2. Anisa Jayusman
3. Asep Winanto
4. Izza Firdausi Hadiyanto
5. Suparjo
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Karya ilmiah ini kami buat agar pembaca mengetahui bahwa perlunya asupan gizi yang cukup bagi balita. Karena akibat dari kekurangan gizi akan menyebabkan seseorang tidak produktif, penurunan kecerdasan dan ketahanan tubuh.
Gizi yang dibutuhkan balita disini adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air yang terkandung di dalam ASI. Hal ini akan dibahas lebih luas dalam bab pembahasan.
I.2. Tujuan penulisan
Untuk mengikuti lomba karya ilmiah.
Untuk menginformasikan pentingnya asupan gizi yang cukup bagi balita.
Untuk menambah khasanah bagi para pembaca.
I.3. Metodologi
Dalam penulisan karya ilmiah ini digunakan data dari dua sumber yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Yang dimaksud sumber primer adalah sumber yang berasal dari benda yang dibicarakan. Sumber sekunder adalah sumber yang diperoleh dari studi pustaka dan keterangan para narasumber.
Dari kedua sumber diatas yang paling banyak digunakan adalah sumber sekunder , karena sumber sekunder lebih terperinci. Adapun metode pendekatan yang digunakan adalah metode komporatif atau perbandingan dan analisis. Dengan menggunakan metode tersebut, data yang diperoleh dikelompokkan menurut jenisnya. Data-data tersebut dibandingkan dengan data yang telah diketahui fungsinya.
BAB II
PEMBAHASAN
II.1. Pengertian ASI..
Asupan gizi yang dibutuhkan balita adalah ASI (Air Susu Ibu). ASI merupakan sebuah cairan yang berwarna putih yang menyerupai susu, yang banyak sekali mengandung nutrisi yang bersumber dari ibu. Ketika ibu tersebut sedang hamil dan biasanya dikeluarkan pada saat bayi lahir. Produksi air susu (laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu atau payudara ibu. Sebelum kehamilan payudara hanya terdiri dari jaringan lemak (adiposa) serta suatu system berupa kelenjar susu dan saluran-saluran kelenjar atau duktus kelenjar yang belum berkembang.
II.2. Proses terbentuknya ASI.
Pada masa kehamilan, pertumbuhan awal kelenjar susu dirancang oleh mammotropin. Mammotropin merupakan hormon yang dihasilkan dari hipofisis ibu dari plasenta janin. Selain mammotropin ada juga sejumlah besar estrogen dan progesterone yang dikeluarkan oleh plasenta. Sehingga sistem saluran-saluran kelenjar payudara tumbuh dan bercabang. Secara bersamaan kelenjar payudara dan jaringan lemak disekitarnya juga bertambah besar.
Walaupun estrogen dan progesterone penting untuk perkembangan fisik payudara selama kehamilan, pengaruh khusus dari kedua hormon ini adalah untuk mencegah sekresi dari air susu. Sebaliknya hormon prolaktin mempunyai efek yang berlawanan, yaitu meningkatkan sekresi air susu. Hormone ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis dan kosentrasinya dalam darah ibu meningkat dari minggu kelima kehamilan sampai kelahiran bayi. Selain itu, plasenta mensekresikan sejumlah besar somatomamatropin korion manusia, yang juga mempunyai sifat laktogenik ringan sehingga menyokong protaktin dari hipofisis ibu.
II.3. Pengertian dan khasiat ASI eksklusif.
Jika sejak dulu para orangtua tahu betapa besarnya manfaat ASI. Pastilah sayang bila ibu harus memberi tambahan susu forula atau pisang lumat pada buah hati mereka. Khasiatnya menurut penelitian baru mencegah anak dari penyakit akut atau kronis.
Tentu saja bukan sembarang ASI yang punya manfaat luar biasa tersebut. Tetapi terutama ASI yang dikonsumsi bayi secara eksklusif. ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan tanpa dicampur dengan makanan atau cairan lain meski air putih sekalipun. Karena manfaatnya akan terserap tubuh sangat baik dan memberi perlindungan yang diperlukan bayi. ASI masih tetap perlu diberikan sampai bayi berusia 2 tahun, tapi bayi harus mendapatkan makanan pendamping.
Padahal bila diberikan ASI eksklusif seorang ibu tidak harus membeli susu formula. Dan ditambah lagi dengan manfaat yang lainnya. Sebab, berbagai penelitian telah membuktikan jika bayi usia 0-6 bulan diberikan hanya ASI saja. Pertumbuhannya jauh lebik baik dibanding bayi yang tidak mendapat ASI. Hal ini disebabkan karena didalam ASI mengandung zat kekebalan yang dapat meningkatkan daya tahan anak terhadap penyakit cukup baik. Diantaranya mengandung lemak, protein, karbohidrat, vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh bayi.
II.4. Manfaat ASI.
Akhir-akhir ini banyak ibu yang selalu memberikan makanan pendamping kepada balitanya seperti susu formula, padahal susu formula yang diberikan kepada balita tidak cukup mengandung gizi yang dibutuhkan balita. Berikut manfaat ASI yang lebih terperinci dibanding dengan susu formula:
1.Manfaat ASI dibanding susu formula dilihat dari segi Kesehatan
a. ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi. Selama dalam kandungan bayi mendapatkan zat pelindung dari ibunya melalui plasenta. Setelah lahir, suplai zat pelindung ini terhenti digantikan ASI. Zat protektif seperti makrofag, limfosit, laktoferin, imunoglobulin, laktobasilus bifidus, dll dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi yang disebabkan bakteri, virus ataupun jamur .
b. Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E.coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
c. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
d. Lysosim, enzim yang melindungi bayi terhadap bakteri (E.coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak dari pada susu sapi.
e. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari Brochus Asociated Lympocyte Tissue (BALT) anti bodi pernapasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) anti bodi saluran pernapasan dan Mammarry Asociated Lympocyte Tissue (MALT) anti bodi jaringan payudara ibu.
f. Faktor bifidus sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk memperhambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.
g. Dari aspek Neurologis. Dengan menghisap payudara koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir lebih sempurna.
h. Mencegah anak mengalami obesitas (kegendutan).
i. Dapat menurunkan resiko kematian bayi dan penyakit kronis.
j. Daya tahan tubuh lebih kuat.
2. Manfaat ASI dibanding susu formula dilihat dari segi Psikologis
a. Mempererat jalinan kasih sayang antara ibu dan anak.
b. Memiliki pengaruh emosional. Sebab dengan memberikan ASI juga mempunyai pengaruh emosional bagi ibu dan anak.
c. Anak merasa tentram , aman dan nyaman bila sedang menyusu pada ibu.
d. Anak merasa rileks bila menyusu pada ibu.
e. Mempererat jalinan naluri antara ibu dan anak.
f. Perasaan ibu menjadi tenang, bahagia dan menimbulkan percaya diri karena dapat memberikan ASI kepada buah hatinya.
g. Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.
3. Manfaat ASI dibanding susu formula dilihat dari segi Ekonomi
a. Harganya lebih murah dan hemat, karena biaya yang harus dikeluarkan selama sebulan memberi susu formula dari pada ASI yang murah dan lebih bagus nilai gizinya.
b. Cara penyajiannya jauh lebih praktis ketimbang susu formula.
c. Tidak perlu biaya untuk membeli botol dot susu.
d. Ketersediaan ASI jauh lebih banyak dari pada susu formula yang setiap bulannya harus diperbarui(dibelikan susu formula baru).
BAB III
PENUTUP
III.1. Kesimpulan
Dari uraian diatas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut :
Pentingnya asupan gizi bagi balita supaya dapat meningkatkan pertumbuhan badan dan kecerdasan anak.
ASI merupakan sumber makanan utama bagi balita yang banyak mengandung gizi yang sangat dibutuhkan tubuh.
Balita mendapatkan ASI sebaiknya selama 2 tahun.
Memberikan ASI eksklusif lebih baik daripada memberikan susu formula kepada balita.
III.2. Saran-Saran
Untuk menambah pengetahuan para ibu supaya lebih memperhatikan kebutuhan gizi pada anak terutama balita agar tidak terjadi kekurangan gizi yang menyebabkan seseorang tidak produktif, penurunan kecerdasan, dan ketahanan tubuh.
Marilah kita bersama-sama untuk memahami pentingnya gizi yang cukup untuk anak-anak supaya anak-anak kita tidak mengalami kekurangan gizi yang dapat menyebabkan beberapa penyakit.
Demikian karya ilmiah ini kami buat supaya menambah wawasan dan pengetahuan bagi kita semua. Karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka kami senantiasa menerima kritik dan saran dari para pembaca.
BROWNIS ENTHIK (TALES KELADI)
ALTERNATIF MENU SEHAT KEGIATAN BERSEKOLAH
1. Dwi Nurhayati
SMA Negeri 1 Cepogo adalah sebuah Sekolah Menengah Atas yang terletak di lereng Gunung Merapi. Dilihat dari kondisi geografisnya sebagian besar terdiri dari tanah tegalan yang memungkinkan tanaman Enthik tumbuh dengan subur. Tanaman Enthik (Tales Keladi) banyak tumbuh di sekitar SMA Negeri Cepogo, tetapi sayang belum termanfaatkan secara optimal. Untuk itu kami memanfaatkannya sebagai Menu Sehat Kegiatan Bersekolah.
Pertimbangan lainnya adalah sekarang banyak jajanan-jajanan yang dijual di sekolah-sekolah yang kurang memperhatikan nilai gizi dan banyak mengandung bahan pengaw
Kemudian dari segi ekonomi sangat menguntungkan karena Enthik yang merupakan bahan bakunya mudah didapatkan dan harganya sangat murah. Brownis Enthik biaya produksinya relatif murah sehingga harga jualnya tidak terlalu mahal dan terjangkau oleh siswa.
II. PROSEDUR PENELITIAN
A. Alat dan Bahan
1. Alat
-Mixer
-Cetakan kue
-Panci Kukus
-Loyang adonan
-Kompor
2. Bahan
-Tepung Enthik = 400 gr
-Telur = 12 butir
-Mentega = 250 gr
-Gula = 400 gr
-Coklat bubuk = 150 gr
-Coklat padat = 250 gr
-Ovalet = 0,5 Sendok Makan
B. Cara Kerja
1. Pembuatan Tepung Enthik
Enthik dikupas, dicuci sampai bersih, digesret/ diparut kasar kemudian dijemur sampai kering. Setetlah itu dihaluskan dengan cara diselep atau ditumbuk kemudian disaring/ diayak. Maka jadilah tepung Enthik.
2. Proses Pembuatan Brownis Enthik
-Telur, gula dan ovalet dimixer sampai mengembang
-Setekah mengembang tepung Enthik, coklat bubuk, coklat padat yang telah dilelehkan dimasukkan ke dalam adonan
-Mentega yang telah dicairkan dan telah dingin dimasukkan menjadi satu
-Adonan dimasukkan ke dalam cetakan yang telah diolesi minyak.
-Setelah matang dan dingin Brownis Enthik dipotong-potong dan dikemas dalam plastic.
-Brownis Enthik siap dipasarkan.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah Entheik diperlakukan seperti prosedur di atas, jadilah Brownis Enthik yang lezat yang mengandung nilai gizi tinggi, anta lain :
a. Karbohidrat dari Enthik
b. Protein dari telur
c. Lemat dari gula, mentega dan coklat
Brownis Enthik ini membutuhkan biaya ± Rp. 18.000,- dengan rincian :
a. Telur 12 butir = Rp. 7.000,-
b. Mentega 250 gr = Rp. 2.000,-
c. Tepung Enthik 400 gr = Rp. 2.000,-
d. Gula 400 gr = Rp. 2.500,-
e. Coklat = Rp. 2.000,-
f. Ovalet = Rp. 1.000,-
g. Bahan bakar = Rp. 1.500,-
Jumlah = Rp. 18.000,-
Kemudian Brownis Enthik dipotong menjadi 60 potong, yang dijual dengan harga Rp. 500,- per potong. Hasil penjualan yang diperoleh sebesar Rp. 500,- x 60 potong = Rp. 30.000,-. Sehingga setiap satu resep Brownis Enthik diperoleh laba Rp.12.000,-.
Brownis Enthik dipasarkan kepada siswa melalui : 1) Kantin Sekolah; 2) Koperasi Sekolah. Selain itu Brownis Enthik juga dapat disajikan untuk hidangan apabila ada kegiatan-kegiatan sekolah sebagai menu yang sehat, murah dan bergizi.
Didalam Brownis Enthik ini terkandung tiga zat yang dapat digunakan sebagai sumber energi, yaitu : a. karbohidrat; b. protein; c. lemak, yang disebut dengan Macronutrient. Energi ini diperlukan untuk : a. pertumbuhan; b. metabolisme; c. uklisasi bahan makanan; d. aktifitas.
Kebutuhan energi disuplay terutama oleh karbohidrat dan lemak walaupun protein dapat memberi energi, fungsi utamanya untuk menyediakan asam amino bagi sintesis protein sel dan hormone/ enzim untuk mengatur metabolisme.
Secara garis besar fungsi pokok gizi bagi kehidupan dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan/ perkembangan serta mengganti jaringan yang rusak.
b. Memperoleh energi guna melakukan kegiatan sehari-hari.
c. Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air mineral dan cairan tubuh yang lain.
d. Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.
Morfologi tumbuhan Enthik (Tales Keladi), adalah :
a. Tumbuhan monokotil akar serabut
b. Daun berbentuk jantung mempunyai pelepah
c. Perawakan tumbuhan berbentuk semak
d. Ada umbi
e. Dapat tumbuh di daerah pantai sampai pegunungan
f. Berdaun tunggal
g. Upih daun memeluk batang
h. Helaian daun menyerupai jantung
i. Berbunga tunggal
Minggu, 07 Oktober 2007
karyaNurma Winingsih
BAHAYA FORMALIN PADA MAKANAN
Oleh : Nurma Winingsih
SMA Batik 2
1. Pendahuluan
Sebelum saya membahas masalah ini saya akan memberitahukan kepada anda semua bahwa kesehatan tubuh itu sangat penting sekali bagi kita. Karena apabila kita tidak sehat kita tidak bisa melangsungkan kehidupan kita, selain itu kita sebagai penerus bangsa harus bisa menanamkan hidup sehat untuk menjaga kesehatan tubuh kita, agar kita bisa mengisi pembangunan bangsa kita ini untuk menjadi bangsa yang lebih maju, aman, sehat, dan sejahtera.
Oleh sebab itu kita harus bisa mengatur pola hidup kita dengan baik. Kita harus tahu kegiatan apa saja yang baik kita lakukan demi kesehatan kita dan makanan apa saja yang baik kita konsumsi, maka dari itu kita harus tahu apa saja yang terkandung dalam makanan yang akan kita makan setiap harinya dan baik tidaknya kandungan zat-zat yang ada dalam makanan yang kita makan itu. Dengan begitu kita bisa menjaga kesehatan tubuh kita dengan mengatur pola makan yang baik.
Dalam hal ini saya akan menguraikan tentang formalin yang terkandung dalam makanan terutama yang merupakan zat-zat yang berbahaya yang ada pada makanan yang tidak baik kita konsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh kita, agar kita tetap sehat dan bisa beraktivitas sesuai dengan keinginan kita. Maka dari itu saya membuat tulisan ini, dengan harapan agar bisa berguna dan membantu anda dalam mengatasi masalah ini dan mengatur pola hidup anda menjadi pola hidup yang lebih sehat.
1.1 Latar belakang
Pada masa ini di Negara kita, telah banyak kita temui berbagai jenis makanan. Pada zaman yang semakin maju ini setiap orang telah banyak menemukan berbagai cara untuk mencari keuntungan yang besar terutama dalam hal berdagang. Segala cara mereka gunakan asalkan mereka bisa memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Dapat kita lihat sendiri sekarang banyak sekali pedagang atau penjual makanan yang menggunakan zat-zat yang berbahaya yang digunakan untuk membuat makanan.
Dengan adanya permasalahan tersebut saya ingin memberitahukan kepada pembaca tentang formalin yang terkandung dalam makanan yang bisa membahayakan dan bagaimana cara menaggulanginya. Supaya di Negara Indonesia ini masayarakatnya bisa menghindari masalah tersebut. Oleh sebab itu saya membuat karya ilmiah ini. Karena masyarakat biasanya tidak berpikir panjang ketika mereka membeli makanan terutama jajanan-jajanan atau makanan-makanan ringan atau makanan kecil.
Dengan adanya permasalahan tersebut, saya ingin mencoba untuk menelusuri masalah tersebut lebih mendalam, andaikan saja semua orang mau membaca karya ilmiah saya ini saya pasti merasa senang sekali karena saya bisa membantu mereka untuk merubah gaya hidup mereka menjadi lebih baik atau lebih sehat.
1.2 Permasalahan
Saat ini banyak sekali publik yang telah mengkonsumsi makanan yang tidak sehat yang bisa membahayakan kesehatan tubuh mereka, karena mereka banyak yang belum tahu mengenai adanya zat-zat yang berbahya yang terkandung dalam makanan yang mereka konsumsi setiap harinya .
Selain itu sekarang banyak sekali penjual makanan yang menggunakan zat-zat yang tidak pantas digunakan untuk membuat makanan ketika membuat makanan yang akan dijajakan, dengan tujuan untuk mendapatkan untung yang sebesar-besarnya demi memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Karena pada saat ini banyak sekali barang-barang kebutuhan masyarakat yang harganya melonjak tinggi, sehingga banyak masyarakat yang tingkatannya menengah kebawah tidak bisa menjangkau harga-harga tersebut. Dengan adanya masalah tersebut sekarang banyak sekali publik yang menggunakan segala cara untuk memenuhi kehidupan ekonomi mereka.
Dan mungkin juga karena kurang adanya perhatian pemerintah atau lembaga kesehatan Negara yang kurang memperhatikan masalah ini, padahal masalah ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan kelangsungan perekonomian Negara. Dengan terbentuknya karya ilmiah ini, saya berharap supaya masyarakat bisa menanggulani masalah ini dan mencoba untuk merubah gaya hidupnya demi kesehatan tubuh mereka.
1.3 Tujuan
Tulisan ini dikembangkan dengan tujuan :
Untuk membantu masyarakat agar terhindar dari segala kerugian dari zat-zat yang berbahaya yang terkandung dalam makanan terutama formalin yang ada pada makanan.
Untuk merubah gaya hidup masyarakat yang kurang sehat menjadi gaya hidup yang lebih sehat.
Untuk menambah ilmu masyarakat dalam memilih makanan yang sehat.
2. Kajian Literatur
Dari berbagai penjual makanan pada saat ini, dapat kita temui berbagai macam jajanan makanan yang mengndung zat-zat yang tidak baik untuk kesehatan tubuh kita, Misalnya adanya kandungan zat berbahaya seperti formalin, boraks, zat pewarna pakaian yang digunakan untuk makanan dan zat-zat adiktif lainnya. Berikut sedikit uraiannya mengenai zat-zat yang berbahaya tersebut.
Formalin merupakan zat atau bahan untuk mengawetkan mayat, biasanya zat ini hanya digunakan di rumah sakit atau di tempat-tempat tertentu, tapi seharusnya tidak ada pada tempat-tempat pembuat makanan.
Formalin ternyata bukan hanya ditemukan pada ikan, mi, baso, atau tahu. Dosen teknologi pangan dari Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan, Lanita Msc MEd, mengungkapkan bahwa zat pengawet mayat itu juga ditemukan pada plastik pembungkus makanan dan styrofoam. Berdasarkan penelitian, ujar Lanita, dalam acara diskusi Bahaya Formalin bagi Kesehatan yang digelar Pengurus Besar Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) pada 12 Januari lalu, pembungkus berbahan dasar resin atau plastik rata-rata mengandung 5 ppm formalin. Satu ppm adalah setara dengan satu miligram per kilogram. Formalin pada plastik atau styrofoam ini, lanjutnya, merupakan senyawa-senyawa yang secara inheren terkandung dalam bahan dasar resin atau plastik. Namun, kata dia, zat racun tersebut baru akan luruh ke dalam makanan akibat kondisi panas, seperti saat terkena air atau minyak panas. Karenanya, menurut Lanita, makanan yang masih panas jangan langsung dimasukkan ke dalam plastik atau kotak styrofoam. Bersama formalin, luruh pula zat yang tak kalah racunnya yakni stiarin, yang biasa terkandung pada plastik.
Secara umum, zat racun seperti formalin dan stiarin terdapat dalam produk berbahan dasar resin. Namun, dalam kadar cukup tinggi, senyawa-senyawa ini terkandung dalam produk plastik berkualitas rendah seperti, plastik PVC. Contoh sederhana plastik dengan kadar senyawa racun tinggi adalah kantung plastik warna hitam yang biasa digunakan toko-toko untuk mengantongi barang belian. Ia menyarankan agar kantong plastik ini tidak disatukan dengan makanan, apalagi yang masih panas, seperti goreng-gorengan.
Lanita juga memberi perhatian khusus untuk pembungkus makanan berbahan dasar styrofoam. Seperti plastik, styrofoam mengandung muatan zat racun, terutama stiarin. Oleh sebab itu, hidangan panas yang akan disajikan ke dalam kotak styrofoam sebaiknya didinginkan dahulu dan diberi alas daun, jangan plastik.
Demikian halnya plastik botol minuman mineral. Bahan plastik yang disebut polyethylene terephthalate ini sebaiknya jangan disiram air panas, lantaran mengandung senyawa stiarin. Meski demikian, terangnya, ada bahan-bahan plastik tertentu yang memang tahan panas.
Angka 5 ppm formalin pada plastik dan styrofoam dinilai Lanita cukup tinggi. Sebagai perbandingan, beberapa waktu lalu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta menemukan sejumlah sampel makanan kwe tiaw yang dikategorikan berbahaya. Padahal kwe tiaw ini hanya mengandung 3,1 ppm formalin. Prof dr Herdiman T Pohan dari Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM menegaskan bahwa formalin adalah zat yang amat toksik. Menurut dia, di tempat kerja, batas aman kadar formalin di udara adalah 0,3 ppm. Lebih dari itu, menurutnya, formalin disarankan tak terhirup paru-paru.
"Jika di udara saja batas ambang batasnya sudah amat ketat, apalagi yang masuk ke dalam tubuh manusia," tutur Lanita. "Oleh sebab itu, dengan alasan apa pun, formalin tidak boleh ada pada makanan," lanjutnya.
Penelitian Bertazzi PA dan Scand J Work di pabrik-pabrik pembuatan resin (bahan dasar plastik) di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa sepanjang 1959-1980 tercatat 18 orang pekerja pabrik meninggal akibat kanker paru-paru. Mereka adalah bagian dari 1.322 pekerja pabrik yang diteliti sebab-sebab kematiannya.
Padahal, orang yang meninggal akibat kanker paru ini, menurut penelitian tadi, hanya bekerja sedikitnya 30 hari di pabrik tersebut. Bertazzi dan Work ternyata menemukan paparan formalin di udara sekitar pabrik resin tadi di atas 3,0 ppm. Selain 18 orang itu, 14 di antaranya tercatat meninggal akibat kanker alat pencernaan, lima di antaranya akibat hematologic neoplasms.
Dalam penelitiannya, Lanita juga menemukan kandungan formalin pada susu yang biasa dijual dalam kantong-kantong plastik. Namun Lanita tidak menyebutkan secara rinci besaran kandungan formalin dalam minuman itu. Yang jelas, kata dia, formalin tidak berasal dari plastik susu. "Tapi sengaja ditambahkan ke dalam susu sebagai pengawet," terang dia.
Antisipasi Makanan Berformalin:
Tingkatkan daya tahan tubuh. Jaga kesehatan.
Konsumsi makanan atau minuman mengandung antioksidan tinggi sebagai cell-protector.
Makan seimbang dan minum air cukup.
Tahu direndam semalaman dengan air bersih sebelum dikosumsi. Airnya dibuang.
Rebus mi dengan air banyak dan ganti air perebus.
Cuci ikan dengan bersih, lalu gosok kulit ikan dan rendam dalam air.
Efek Formalin pada Manusia (lewat udara)
Efek pada konsentrasi Hampir tidak ada: 0-0,5 ppm
Efek pada syaraf (neurophysiological) 0,05-1,5 ppm
Iritasi pada mata 0,01-2,0 ppm
Iritasi tingkat tinggi pada organ luar 0,1-25 ppm
Efek pada paru-paru 5-30 ppm
Radang dan pneumonia 50-100 ppm
Kematian di atas 100 ppm
(Sumber: Frans D Suyatna, MD, PhD, SpFK)
3. Simpulan dan saran
3.1 Simpulan
Dari keterangan diatas dapat kita simpulkan bahwa formalin yang terkandung pada makanan itu sangat berbahaya bagi tubuh kita.
3.2 Saran
Dari data-data yng saya miliki diatas saya berharap supaya masyarakat bias memahaminya dan mengurangi bahkan menjauhi makanan yang mengandung formalin. Agar kita bias terhindar dari bahaya dari formalin pada makanan.
Pustaka acuan
www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1137743441,47485,-23k-
Biodata Penulis

Nurma Winingsih lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah tanggal 17 September 1991. Pendidikan formal dimulai dari SD Gentan 2 Baki Sukoharjo, SMP Negiri 15 Surakarta, SMA Batik 2 Surakarta sampai sekarang masih duduk di kelas XI.