Kamis, 10 Juli 2008

Uji Sensoris

BAB VIII
METODE PENGUJIAN ORGANOLEPTIK

Pengujian organoleptik mempunyai macam-macam cara. Cara-cara pengujian itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok. Cara pengujian yang paling populer adalah kelompok pengujian pembeda an (defference tests) dan kelompok pengujian pemilihan (preference tests). Di samping kedua kelompok pengujian itu, dikcnal juga peng ujian skalar dan pengujian deskripsi. Jika kedua pengujian pertama banyak digunakan dalam penelitian, analisis proses, dan penilaian hasil akhir, maka dua kelompok pengujian terakhir mi banyak diguna kan dalam pengawasan mutu (quality control). Diluar 4 kelompok pengujian itu masih ada uji-uji sensorik lain, termasuk di sini adalah uji konsumen.
Suatu hal yang sangat penting dalam pengujian, terutama dalam pengujian pemilihan dan skalar, adalah contoh pembanding. Jika contoh pembanding diberikan, yang perlu diperhatikan bahwa yang terutama dijadikan faktor pembanding adalah satu atau lebih sifat sensorik dan bahan pembanding itu. Karena itu, sifat lain yang tidak dijadikan faktor pembanding harus diusahakan sama dengan contoh yang diujikan. Hal mi penting agar panelis tahu sensorik apa yang diujikan dan tidak terjadi kekeliruan atau salah paham antara penge lola pengujian dan panelis.
Contoh pembanding mi dapat secara fisik turut disuguhkan dalam pelaksanaan pengujian tetapi dapat pula tidak disuguhkan. Dalam hal terakhir mi contoh pembanding hanya dideskripsikan dan sifat sifat sensorik yang dijadikan adalah sif at yang sudah dikenal betul oleh panelis. Dalam hal mi panelis diminta mengingat kembali sifat itu dan mencamkan bctul-betul sebelum melakukan penginderaan. Sebagai contoh pembanding dapat digunakan komoditi baku, komo diti yang sudah dipasarkan atau bahan yang telah diketahui sif at sifatnya.
A. PENGUJIAN PEMBEDAAN
Pengujian pembcdaan digunakan untuk menetapkan apakah ada perbedaan sifat sensorik atau organoleptik antara dua contoh. Meski pun dalam pengujian dapat saja sejumlah contoh disajikan bersama tetapi untuk melaksanakan pcmbedaan selalu ada dua contoh yang dapat dipertentangkan.
Uji-uji mi digunakan untuk menilai pengaruh macam-macam perlakuan modifikasi proses atau bahan dalam pengolahan pangan bagi industri, atau untuk mengetahui adanya perbedaan atau persa maan antara dua produk dan komoditi yang sama. Yang terakhir mi terutama dan segi konsumen.
Untuk mempertentangkan contoh-contoh yang diuji dapat meng gunakan bahan pembanding (reference) tetapi dapat pula tanpa bahan pembanding. Jika kita berminat hanya pada ada atau tidak ada perbedaan antara dua contoh produk maka bahan pembanding tidak pcrlu. Sebaliknya jika kita berminat pada pengaruh suatu perlakuan maka diperlukan bahan pembanding. Pembedaannya dapat mempunyai arah atau tanpa arah. Pembedaan berarah jika dalam pembedaan contoh-contoh itu disertai arah perbedaan yaitu, lebih kecil atau lebih besar dan bahan baku. Jika pembedaan itu tidak berarah tidak perlu disertai pernyataan lebih yang satu terhadap yang lain; cukup kalau dapat menyatakan bahwa pcrbedaan itu ada. Jika dalam pembedaan itu diguriakan bahan pembanding (reference) maka sifat-sifat organoleptik yang ingin dibedakan harus betul-betul jelas dan dipahami para panelis. Keandalan (reliability) dan uji pembedaan tergantung dan pengenalan sifat mutu yang diinginkan, tingkat latihan, dan kepekaan masing-masing anggota panelis.
Jumlah anggota panelis mempengaruhi derajat keandalan hasil pengujian. Meskipun dernikian uji pembedaan yang dilakukan seca ra saksama dengan menggunakan panelis yang terlatih akan mem- berikan hasil pembedaan yang jauh lebih baik daripada yang dilakukan tanpa menggunakan panelis terlatih meskipun dengan anggota panelis yang besar jumlahnya.
Uji pembedaan biasanya menggunakan anggota panelis yang ber jumlah 15-30 orang yang terlatih. Dengan panelis demikian biaya penyclenggaraan Iebih kecil dan hasil pengujiannya cukup peka. Segi kerugiannya ialah bahwa hasil pengujiannya tidak dapat mem ben petunjuk apakah perbeciaan itu dikehendaki atau tidak.
Macam-macam uji pembedaan
1. Uji pasangan
Uji pasangan juga disebut paired comparison, paired test atau dual corn paration. Cara pengujian mi termasuk paling sederhana dan paling tua, karena itu juga sering digunakan. Dalam pengujian de ngan uji pasangan, dua contoh disajikan bersamaan atau berurutan dengan nomor kode berlainan. Masing-masing anggota panel diminta menyatakan ada atau tidak ada perbedaan dalam hal sifat yang d ujikan. Agar pengujian mi cfektif, sifat atau kriteria yang diujikan harus jelas dan dipahami paneis.
Ada dua cara uji pasangan yaitu dengan dan tanpa dengan bahan pembanding (reference). Dan dua contoh yang disajikan yang satu dapat merupakan bahan pembanding atau sebagai kontrol sedang kan yang lain sebagai yang dibandingkan, dinilai atau yang diuji. mi dilakukan misalnya membandingkan hasil cara pengolahan lama sebagai contoh baku atau pembanding dan hasil cara pengolahan baru yang dibandingkan atau dinilai. Dalam hal uji pasangan dengan pembanding, bahan pembanding dicicip lebih dulu baru contoh ke dua. Tetapi dapat juga dua contoh itu tidak mempunyai bahan pem banding. Misalnya membandingkan 2 macam hasil dan dua daerah. Dalam hal mi ingin diketahui atau dinilai ialah ada atau tidak ada nya perbedaan sifat basil dan kcdua daerah itu. Dalam uji pasangan, pengujian dapat dianggap cukup jika panelis telah dapat menyatakan ada atau tidak adanya perbedaan. Dalam uji pasangan tanpa bahan pembanding kedua contoh itu disajikan secara acak. Di samping itu pengelola pengujian dapat pula meminta keterangan lebih lanjut pada para panelis untuk menyatakan lebih lanjut tingkat perbedaan. Ting kat perbedaan dapat dinyatakan, misalnya: perbcdaan sedikit, Se dang, banyak.
Meskipun uji pasangan itu sederhana penyelenggaraannya, tetapi tidak mudah dalam memberi interpretasi hasil analisisnya. Karena hanya 2 contoh disajikan bersama-sama maka chance of probability dan masing-masing contoh untuk dipilih adalah V2 atau 50%. Ke simpulan tidak dapat diambil jika panelisnya sedikit. Jumlah panelis yang dibutuhkan biasanya di atas 10 orang.

2. Uji segitiga (triangle test)
Uji segitiga digunakan untuk mendeteksi perbedaan yang kecil. Peng ujian mi lebih banyak digunakan karena lebih peka daripada uji pasangan. Uji mi mula-mula diperkenalkan oleh 2 ahli statistik Den mark pada tahun 1946. Dalam pengujian mi kepada masing-masing panelis disajikan secara acak 3 contoh berkode. Pengujian ketiga contoh itu biasanya dilakukan bersamaan tetapi dapat pula berurut an. Dua dan 3 contoh itu sama dan yang ketiga berlainan. Panells diminta memilih satu di antara 3 contoh yang berbeda dan 2 yang lain. Dalam uji mi tidak ada contoh baku atau pembanding.


Dalam memberi penilaian tidak boleh ragu-ragu, hams memilih atau menerka salah satu yang dianggap paling berbeda. Demikian pula jika panclis tidak dapat membedakan ketiga contoh tersebut. Karena 3 contoh sekaligus maka hams disiapkan agar ketiga ukuran, bentuk, warna atau sifat-sifat contoh yang tidak dimiliki dibuat sama. Sebagaimana halnya uji pasangan, dalam uji segitiga dapat pula ditanyakan lcbih lanjut tingkat perbedaan. rrctapi hasil mengenai tingkat perbedaan tidak lagi peka atau kurang meyakinkan. Dalam uji segitiga kescragaman ketiga contoh sangat penting agar dapat dihindari pengaruh penyajian.
Di dalam pelaksanaan uji segitiga, panelis diminta mcmilih satu di antara 3 contoh yang berbeda dengan yang lain. Karena contoh yang dinilai ada tiga maka peluang secara acak adalah 1/3 atau
331/3%.
3 Uji duo-trio
Uji mi scpcrti halnya pada uji segitiga, tiap-tiap anggota panel disajikan 3 contoh, 2 contoh dan bahan yang sama dan contoh ketiga dan bahan yang lain. Bedanya ialah bahwa salah satu dan 2 contoh yang sama itu dicicip atau dikenali dulu dan dianggap sebagai con toh baku, sedangkan kedua contoh lainnya kemudian. Dalam penyu guhannya ketiga contoh itu dapat diberikan bcrsamaan. Atau contoh bakunya diberikan lcbih dulu baru kemudian kedua contoh yang lain disuguhkan.

Dalam pelaksanaan uji, panelis diminta untuk memilih satu di antara
2 contoh tcrakhir yang sama dengan contoh baku atau pembanding.
Karena contoh yang dinilai ada dua maka peluang secara acak adalah
‘/2 atau 50%.
4. Uji pembanding ganda (dual standards)
Uji pembanding ganda juga disebut dual sMndards. Bentuk penguji an pcmbanding ganda menyerupai uji duo-trio. Jika pada uji duo- trio digunakan satu contoh baku sebagai pembanding maka pada uji pembanding ganda digunakan dua contoh baku sebagai pemban ding yaitu A dan B. Kedua contoh pembanding itu disuguhkan ber samaan sebelum contoh-contoh yang akan diuji diberikan. Panelis diwajibkan mengenali dan mengirigat sifat-sifat sensonik kedua contoh pembanding yang diujikan, misalnya jika baii tengik yang diujikan maka panelis harus sudah betul-betul mengenali dan hafal bau tengik itu dan pembauan. Setelah semua panelis yang akan melaksa nakan uji bau itu betul-betul mengetahui bau tengik pada contoh pembanding, barulah dua contoh yang diujikan disuguhkan secara acak.
Dalam pengujian mi panelis diminta menyebut yang mana dan kedua contoh yang diujikan sama dengan pembanding A dan yang mana yang sama dengan pembanding B. Uji mi balk untuk membe dakan bau-bauan atau sifat bau komoditi. Di samping itu uji mi juga baik digunakan untuk memilih suatu tim panelis yang akan diguna kan sebagai panel penguji pembedaan. Karena jumlah contoh yang dinilai ada dua maka peluang secara acak adalah ‘/2 atau 50%.

5. Uji pem banding jamak (muitp!e standards)
Uji peznbandirig jamak juga disebut multiple standards. Dalam uji pembanding janiak digunakan 3 atau Iebih contoh pembanding.

Senin, 28 Januari 2008

PROSPEK ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN

PROFESI ALUMNI ILMU DAN TEKNOLOGI
1. Industri Pangan (Supervisor Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), Manajer Produksi, Staf Research and Development (R&D), Konsultan)
Kompetensi:
  • Mampu menganalisis parameter mutu dalam bahan (sifat fisik, kimia, biologis)
  • Menguasai standar mutu pangan (nasional maupun internasional)
  • Mampu memimpin tim pengendali mutu (bahan, proses, dan produk akhir)
  • Mampu merencanakan, mengendalikan, mengarahkan, dan memimpin proses produksi
  • Mampu menggali potensi pengembangan produk
2. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Pertanian, Balitbang, POM(Pengawas Obat dan Makanan), LIPI,dll
Kompetensi:
  • Mampu melayani masyarakat dengan baik
  • Mampu mengkoordinir bagian yang dipimpinnya di Instansi tempat ia bekerja
  • Berwawasan luas
  • Menguasai Teknologi
3. Konsultan Pangan dan Gizi
Kompetensi
  • Mampu memberi konsultasi kepada industri makanan tentang produksi, pemasaran, trend produk, serta kualitas produk makanan
  • Mampu memberi konsultasi tentang permasalahan konsumsi gizi dan keamanan pangan
4. Pengusaha
Kompetensi
  • Mampu merencanakan dan mendirikan suatu perusahaan
  • Menguasai manajemen perusahaan
  • Mengembangkan usaha yang telah berjalan

Selasa, 20 November 2007

Juara LOKAIPO


Berikut kami umumka juara LOKAIPO 2007 adalah:

Juara I : Nessya Damayanti, dari : SMA Muhammadiyah 2 Surakarta : judul :Pemanfaatan Ubi Ganyong (Canna edulis) Untuk Membuat Sereal Bayi

Juara II: Ariesta Finda Firdyatama, dari: SMK Negeri 1 Karanganyar: Balita Kita Masa depan Kita

Juara III: Retno Dyani Rahmawati, dari: SMA Kristen Karangmalang Sragen: Menu Sehat Untuk Kegiatan Bersekolah

Juara Harapan I: Agung Setiawan, dari: SMA Widya Wacana: Bahaya Mengintip dari Makanan Kaleng


Senin, 22 Oktober 2007

MUTU DAN KEAMANAN PANGAN DI PASARAN BEBAS

k-12

MUTU DAN KEAMANAN PANGAN DI PASARAN BEBAS

Oleh: Ninik Meiyanti dan Anaastasia


Pendahuluan

Dalam krisis moneter seperti ini, pengembangan agroindustri yang mempunyai peluang dan berpotensi adalah agroindustri yang memanfaatkan bahan baku utama produk hasil pertanian dalam negeri, mengandung komponen bahan impor sekecil mungkin, dan produk yang dihasilkannya mempunyai mutu yang bersaing di pasaran internasional. Agroindustri yang dibangun dengan kandungan impor yang cukup tinggi ternyata merupakan industri yang rapuh karena sangat tergantung dari kuat atau lemahnya nilai rupiah terhadap nilai dolar, sehingga ketika dolar menguat industri tidak sanggup membeli bahan baku impor tersebut.

Keamanan pangan, masalah dan dampak penyimpangan mutu, seta kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan sistem mutu industri pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri dan konsumen, yang saat inui sudah memulai mengantisipasinya dengan implementasi sistem mutu pangan. Karena di era pasar bebas ini industri pangan Indonesia mau tidak mau sudah harus mampu bersaing dengan derasnya arus masuk produk industri pangan negara lain yang telah mapan dalam sistem mutunya dan memuncaknya barang dipasaran sehingga kurangnya pengawasan dapat menjadikan bahaya terhadap konsumen.


Latar Belakang

Salah satu sasaran pengembangan di bidang pangan adalah terjamin pangan yang dicirikan oleh terbebasnya masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan.

Hal ini secara jelas menunjukan upaya untuk melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi standar dan persyaratan kesehatan. Sasaran program keamanan pangan adalah: (1) Menghindarkan masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan, yang tercermin dari meningkatnya pengetahuan dan kesadaran produsen terhadap mutu dan keamanan pangan; (2) Memantapkan kelembagaan pangan, yang antara lain dicerminkan oleh adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur keamanan pangan; dan (3) Meningkatkan jumlah industri pangan yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan diberlakukannya UU No. 7 tentang pangan tahun 1996 sebuah langkah maju telah dicapai pemerintah untuk memberi perlindungan kepada konsumen dan produsen akan pangan yang sehat, aman, dan halal.

Gambaran keadaan keamanan pangan selama tiga tahun terakhir secara umum adalah: (1) Masih ditemukan beredarnya produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan; (2) Masih banyak dijumpai kasus keracunan makanan; (3) Masih rendah nya tanggung jawab dan kesadaran produsen serta distributor tentang keamanan pangan.


Permasalahan

Pada masa sekarang karena banyaknya persaingan pasar yang memproduksi bahan pangan menjadikan para produsen kurang memperhatikan mutu dan kualitas barang yang telah diproduksikan dan dipasarkan. Begitu juga sama halnya dengan para konsumen yang tidak terlalu perduli dengan mutu serta kualitas karena para konsumen hanya memperhatikan harga yang murah sehingga banyak para konsumen yang tidak memperoleh manfaat dari bahan pangan tersebut secara maksimal.

Pada permasalahan mutu pangan dipasaran bebas terdapat 4 masalah utama mutu dan keamanan pangan Nasional yang berpengaruh terhadap perdagangan pangan baik domestik maupun Global: (Fardiaz, 1996).

Pertama, Produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan mutu keamanan pangan yaitu: (1) Penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang atau melebihi batas produk pangan, (2) Ditemukan cemaran kimia berbahaya ( Pestisida, Logam berat, Obat-obatan pertanian ) pada berbagai produk pangan, (3) Cemaran mikroba yang tinggi dan cemaran mikroba patogen pada berbagai produk pangan, (4) Pelabelan dan periklanan produk pangan yang tidak memenuhi syarat, (5) Masih beredarnya produk pangan kadaluarsa termasuk produk impor, (6) Pemalsuan produk pangan, (7) Cara peredaran dan distribusi produk pangan yang tidak memenuhi syarat, (8) Mutu dan keamanan produk pangan belum dapat bersaing dipasar Internasional.

Kedua, Masih banyak terjadi kasus keracunan makanan yang sebagian besar belum dapat dilaporkan dan belum di Identifikasi oleh penyebabnya. Ketiga, Masih rendahnya pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab produsen pangan tentang mutu dan keamanan pangan. Ke empat, Rendahnya kepedulian konsumen tentang mutu dan keamanan pangan yang disebabkan pengetahuan yang terbatas dan kemampuan daya beli yang rendah, sehingga mereka masih membeli produk pangan dengan tingkat yang rendah.


Tujuan

Dengan bervariasi kasus yang terjadi pada mutu dan keamanan pangan di Indonesia maka Pemerintahan telah membuat kebijakan Nasional tentang mutu dan keamanan pangan telah disusun yang terlibat dalam pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan. Kebijakan mutu dan keamanan pangan Nasional tersebut adalah sebagai berikut ( Kantor Menteri Negara pangan, 1997 ):

  1. meningkatkan mutu dan keamanan pangan melalui penelitian dan pengembangan, pengembangan peraturan perundang-undangan serta kelembagaan.

  2. meningkatkan mutu gizi pangan dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat.

  3. memberikan jaminan bahwa pangan sebagai bahan baku industri maupun konsumsi, bebas dari konstaminasi bahan kimia, biologi dan toksin, serta tidak bertentangan dengan keyakinan yang dianut oleh masyarakat.

  4. menerapkan secara terpadu system jaminan mutu dan keamanan pangan sejak pra produksi, selama proses produksi sampai konsumen baik dalam pembinaan maupun pengawasan melalui program system Mutu dan Keamanan Pangan Nasional.

  5. meningkatkan pengawasan melekat/mandiri (self regulatory control) pada produsen, konsumen, pengolah, pedagang, serta Pembina dan pengawas mutu dalam melaksanakan Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan.

  6. melarang memperdagangkan (ekspor dan impor) pangan yang melanggar ketentuan secara Internasional telah disepakati bersama.

  7. melaksanakan sertifikasi dan menerbitkan sertifikat mutu produk pangan yang memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produsen, eksportir dan eksportir produsen yang telah mampu menerapkan sistem manajemen mutu dan keamanan pangan.

  8. menjaga standar mutu yang tinggi dalam setiap aspek kinerja pembinaan danh pengawasan mutu dan keamanan pangan.

  9. melaksanakan pemasyarakatan program mutu dan keamanan Pangan Nasional.

  10. pengembangan sumber daya manusia pembinaan dan pengawasan mutu pangan melalui pendidikan dan latihan.


Kajian Literatur

Hasil diskusi Implementasi Sistem Mutu Dan Keamanan Pangan dari berbagai Instansi terkait tentang impleentasi tentang Implementasi Sistem Mutu dan Keamanan Pangan Nasional telah menyepakati berbagai kegiatan/sub program yang perlu dilakukan untuk menjamin mutu dan keamanan pangan secara nasional yang dibedakan atas program utama dan penunjang (Kantor Menteri Negara Urusan Pangan, 1997), sebagai berikut:

Program utama: (1) Pengembangan sumberdaya manusia pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (2) Pengembangan sarana dan prasarana pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (3) Pengembangan mutu dan gizi pangan, standarisasi mutu dan keamanan pangan; (4) Pengembangan sistem keamanan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (5) Penyelenggaraan pelayanan pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (6) Pemasyarakatan sistem mutu dan keamanan pangan; (7) Penelitian dan pengembangan mutu dan keamanan pangan; (8) Pengembangan harmonisasi internasional sistem pembinaan dan sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan; (9) Pengembangan sistem analisis resiko; dan (10) Pengembangan sistem jaringan informasi pembinaan mutu pangan.

Program Penunjang: (1) Kegiatan pengembangan pengendalian lingkungan; (2) Pengembangan penyuluhan mutu dan keamanan pangan; (3) Pengembangan peraturan perundang-undangan mutu dan keamanan pangan; dan (4) Pengembangan kelembagaan dan kemitraan dalam bisnis pangan.


Simpulan dan saran

Simpulan


Mutu dan keamanan pangan harus benar-benar diperhatikan oleh produsen maupun konsumen. Hal ini dapat menjadi masalah yang sangat besar terhadap kesehatan dan kemajuan pasar bebas di Indonesia, oleh karena itu Badan kesehatan Indonesia harus melakukuan pemeriksaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan.

Dalam hal ini dapat dilakukan dengan uji mutu dan keamanan pangan serta kelayakan bahan pangan untuk dikonsumsi sesuai dengan ketentuan umum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Sehingga mutu dan keamanan pangan dapat terjamin untuk dikonsumsi oleh konsumen.


Saran

Pemerintah harus lebih memperhatikan kualitas, mutu, serta keamanan pangan terutama pada kawasan pasar bebas yang berkembang pesat di Indonesia saat ini sehingga banyak Negara tetangga yang mengimport barang produksinya ke Indonesia dan para pedagang yang menrima pasokan barang import tersebut tidak memperdulikan mutu dan keamanan bahan pangan tersebut.


Pustaka Acuan

Sussi astute @ yahoo. Com

Budi cahyono, Food Safety dan Implemrntasi Quality System

Ferdiaz, S, 1996. Food Control Policy, WHO National Consultant Report Directorate of Drug and Food, Minstry of Healt. Jakarta, September 1996.

Kantor Menteri Negara Urusan Pangan, 1997. Kebijakan Nasional dan Program Pembinaan Mutu Pangan, Jakarta.


Biodata Penulis

Ninik Meiyanti, lahir di Boyolali Jawa Tengah tanggal 30 Mei 1991. Pendidikan Formal di mulai dari SD Ngadirejo II Ngadarejo Kartasura, SMP Batik Surakarta, SMA Batik 2 Surakarta sampai sekarang masih duduk di kelas XI IA 2.


Anaastasia Farah Sandi, lahir di Biak Irian Jaya 12 Oktober 1990. Pendidikan Formal di mulai dari SD Kartasura 4, SMP 2 Gatak, SMA Batik 2 Surakarta sampai sekarang masih duduk di kelas XI IS 1.



PENGARUH AYAM SUNTIKAN TERHADAP TUBUH MANUSIA

k-11

PENGARUH AYAM SUNTIKAN TERHADAP TUBUH MANUSIA

Oleh: Dwi Prihatina


Abstrak :

Kebebasan masyarakat dal;am mengolah makanan sangat rendah.Manusia hanya insan lemah yang hanya bisa mengandalkan trik yang kurang memperhatikan resikonya.Masyarakat sangat terobsesi dengan keuntungan yang banyak.Pemikiran masyarakat menjadi rendah dan sulit meninggalkan kebiasaan buruk.

Daya pikir manusia menjadi rendah,sumber daya akan menurun, kesehatan menjadi tidak terjamin.


Kata kunci : daya pikir,sumber daya manusia,resiko,kualitas gizi.


1.Pendahuluan

1.1 Latar belakang

Pertumbuhan masyarakat semakin maju,teknologi makin canggih.daya cipta makin bertambah.kebutuhan masyarakat makin banyak.Apabila masyarakat diberi kebebasan yang lebih,mungkin ada yang memanfaatkan untuk bertindak yang tidak baik,keliru menyalahgunakan tindakan tersebut.

Kecenderungan masyarakat dalam menilai aspek tersebut sering kali diketahui ,bagaimana masyarakat menanggapinya dan memandangnya.Di era globalisasi sekarang ini manusia harus bisa mawas diri., cepat dalam menanggapi masalah,tepat dalam suatu pendapat.Oleh karena itu manusia dituntut untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing.Manusia disini sebagai insane yang meggunakan akal tanpa batas.


1.2 Permasalahan

Dalam permasalahan ini saya akan membahas tentang ayam suntik terhadap manusia.Namun hal pertama yang harus diketahui yaitu bahwa mutu pangan diIndonesia kurang begitu baik dan kualitasnya juga belum begitu gizi.

Kesehatan Indonesia belum mencapai peringkat yang baik..Gizi diIndonesia masih buruk,Manusia mengolah makanan hanya untuk mencari keuntungan bukan untuk memperbaiki kualitas kesehatan manusia. Maraknya perdagangan ayam suntik, memaksa Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) setempat menggelar razia, dibeberapa pasar.Namun menjelang Lebaran ini justru ramai dijualbelikan di pasar karena harganya lebih murah. Bahkan, pedagang jarang yang menjual ayam tanpa suntik, kecuali ada pesanan khusus.

Para pedagang dan pembeli tidak mengetahui,zat apa yang terkandung didalm ayam tersebut,padahal ayam tersebut jelas-jelas mengandung lemak yang berlebihan dan mengandung kadar air yang banyak.

Kecenderungan masyarakat memilih ayam basah mungkin juga karena terbatasnya ekonomi masyarakat dan karena harga-harga semakin naik dalam menjelang Lebaran.


1.3 Tujuan

Tulisan Karya Ilmiah Ini Saya tulis Untuk;

  1. Mengungkapkan permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam waktu yang lama

  2. Menganalisis keadaan Masyarakat Indonesia tentang kemajuan kesehatan

  3. Mengajukan solusi untuk memajukan tingkat gizi Indonesia


2. Kajian Literatur

Ambisi para pedagang untuk meraih keuntungan lebih,membuat para pedagang yakin dengan membuat jalan pintas merupakan jalan terbaik.Ayam suntikan yang lebih dikenal dengan ayam basah mempunyai kadar lemak yang berlebihan,dan bakteri yang terkandung lebih banyak.Pengawasan mutu pangan diIndonesia kurang begitu baik,hal ini disebabkan karena masyarakat hanya ingin mencari keuntungan,murah harga dan kelezatan makanan tersebut,tetapi tidak memperhatikan resiko dari makanan yang dikonsumsinya.Tradisi penjualan Ayam suntikan biasanya meledak pada saat bulan Ramadhan dating.Dan itu semua udah menjadi tradisi para penjual ayam suntikan.

Dalam hal tersebut pedagang tidak begitu memperhatikan resikonya,hanya saja mereka mengetahui bahwa ayam rersebut banyak mengandung air dan lemak yang berlebihan. Para pembelipun terkadang juga tidak begitu memperhatikan kadar ayam tersebut Menurut para pedagang, ayam suntik lebih diminati pembeli, meski sudah diketahui kualitasnya berbeda. Walaupun sudah diberitahu jika ayam itu mengandung air, mereka tetap membeli.Mereka menjual ayam basah meniru pedagang lain dan kenyataannya lebih laris dibandingkan ayam tanpa suntikan.

Lemak yang terdapat pada ayam tersebut bisa menyebabkan Manusia menderita penyakit asam urat,saraf dan impotensi pada jantung.

Namun para pembeli juga tidak begitu memperhatikan resikonya,tapi mereka hanya mengandalkan kenikmatan saat daging itu diolah dan harganya yang brelatif murah.

Adapun ciri-ciri Dari Ayam suntikan tersebut antara lain:

  1. Ayam banyak mengandung Air.

  2. bila digantungkan ayam tersebut meneteskan air.

  3. Berat ayam menjadi bertambah drastis.

  4. Ayam saat digoreng akan menyusut dan daging menjadi mudah gosong.

Pedagang mengakui, penyuntikan ayam sebenarnya cukup merepotkan dan memakan waktu. Caranya, ayam yang sudah dicabut bulu dan dipisahkan dari jeroannya, disuntik air pada bagian paha, dada, dan punggung agar air merata ke seluruh badan. Penyuntikan selama ini dilakukan pedagang sendiri, tapi ada yang menggunakan jasa rumah pemotongan ayam.

Dalam rumah produksi ayam suntikan pun,kebanyakan bersembunyi-sembunyi ,karena takut akan adanya petugas Razia yang akan merazia ayam tersebut.

Namun juga ada yang terus terang,karena pedagang juga ada yang tidak takut untuk dirazia.

Omset dalam Penjualannya pun lebih besar dan menguntungkan.jelas hal ini lebih menguntungkan karena satu potong ayam bila disuntik akan mengandung 1 0ns air.Dan harga dari ayam itu rata-rata Rp.10.000 /klg


3. Simpulan dan Saran

3.1 Simpulan

Pertumbuhan masyarakat Indonesia Membuat Bangsa menjadi Maju,namun keterbatasan Akal dalam mengolah pangan yang baik terhambat oleh adanya tingkah manusia yang tidak bisa menerima kenyataan tentang resiko yang akan dihadapi,membuktikan bahwa,Kualitas dan mutu Indonesia belum sepenuhnya Terisolir dan terjaga mutunya.Pembeli hanya mementingkan kemurahan harga.

Pemanfaatan pangan yang baik membuat masyarakat tahu bahwa segala sesuatu pangan yang cara penyajiannya menyimpang pasti mengandung bakteri yang banyak.


3.2 Saran

Diharuskan untuk selalu menggelar razia tentang pemasaran ayam suntikan yang marak dipasaran. Dikeluarkannya undang-undang tentang ayam,serta masyarakat harus diberitahu tentang bahaya dari ayam suntikan tersebut,harus diketahui mutu dan zat-zat yang bisa membuat tubuh menjadi rusak.

Masyarakat harus memulai hidup sehat dan meninggalkan cara mengkonsumsi makanan yang salah.

Masyarakat harus sadar bahwa makan yang dikonsumsi sehari-hari harus steril dan dalam penyajiannya harus dilakukan dengan cara yang halal.

Jangan melihat makanan dari harganya saja,tapi lihatlah dari segi mutu dan kualitasnya.


Pustaka Acuan

www.google.com

www.pikiran-rakyat.com


Biodata

Dwi Prihatina,Lahir di Sukoharjo Jawa Tengah, pada tanggal 22 Desember 1990,Pendidikan Formal Dimulai Dari SD MIM Waru Baki Sukoharjo,SMP Batik Surakarta,SMA Batik2 Surakarta sampai sekarang masih duduk dikelas IX IA2.

MACAM-MACAM GIZI UNTUK ASUPAN BALITA DAN ANAK-ANAK

k-10

MACAM-MACAM GIZI UNTUK ASUPAN BALITA DAN ANAK-ANAK

Oleh: Dwi Nuryanti


1.Pendahuluan

1.1 Latar belakang

Pada jaman sekarang ini semia makanan mulai disajikam dengan cara instant da makan yang harus diolah terlabih dahulu mulai berkurang peminatnya . Progam EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA kini kian luntur . Pada hal gizi tersebut sangat diperlukan oleh butuh . Gizi etrsebut sangat diperlukan untuk anak-anak dan para balita . Seharus para orang tua yang mempunyai anak-anak balita harus memperhatikan hal tersebut

Para pakar kesehatan dari berbagai fakultas ternama sudah banyak yang mengakatakan bahwa program persebut mulai luntur . Hal ini dipicu karena para orang tua suka makanan siap saji , kerena hal ini dipicu prakttisnya dan menghemat waktu .Pada hal kandungan gizi didalam makanan itu sangat sedikat dan didalamnya terdapat bahan pengawet yang berbahaya untuk tubuh .

Daru permasalahan dan pemikiran diatas, upaya untuk mempertahankan program tersebut dengan cara memberikan pekertian, penjelasan, dan gambaran tentang betapa pentingnya giziz untuk tubuh dan program tersebut untuk keseharian kita . Maka dari itu saya membutuhkan bantuan dari para pembaca terhormat karya ilmiah untuk menyadari hal itu dan mohon batuannya .Atas seizi Allah SWT . saya diizinkan untuk membuat karya ilmiah tersebut .


2 Permasalahan

Masalah yang ingin saya utarakan adalah para orang tua yang tidak memperdulikan gizi untuk para balita dimasa-masa pertumbuhan dan perkembangan otak pada balita. Banyak orang tua yang memilih makanan siap saji, padahal gizi didalam makanan tersebut sangat minim atau mungkin malah tidak ada sama sekili gizi yang dibutuhkan. Banyak sekali macam-macam gizi antara lain karbohidrat, protein, lemak, mineral, air, dan masih banyak lagi. Semua gizi tersebut harus terpenuhi untuk tubuh kita. Makanan yang kita konsumsi didalamnya harus terdapat gizi yang sudah saya katakan. Makan yang kiya konsumsi yang baik antara lain nasi, jagung, kentang, sayuran, lauk pauk baik nabati maupun hewani (telur, daging sapi, ayam), buah (jeruk, pepaya, mangga, semangka, dan lainnya), serta jangan lupa susu untuk sentuhan terakhir. Itu semua adalah makan EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA. Makan tersebut sangat diperlukan bagi tubuh kita.


3. Tujuan

Tujuan saya membuat karya ilmiah adalah :

  1. Menjelaskan, memberitahukan betapa petingnya program EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA .

  2. Macam-macam gizi yang dioerlukan oleh tubuh .

  3. Menanamkan gaya hidup sehat kkepada masarakat


4. Kajian literatur .

Makanan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari . Oleh karena itu, kita memerlukan makanan yang dapat memenuhi semua kebutuhan. Mkanan sangat berperan penting untuk tubuh karena makanan sebagai sumber tenaga dan energi. Makanan yang mengandung semua zat yang dibutuhkan tubuh disebut makanan bergizi.

Makanan bergizi tidak harus mahal dan lezat, tapi cukup mengandung zat-zat yang diperlukan tubuh. Dan cara pemasakan yang terlalu lama akan membuat kandungan gizi didalam sayuran akan hilang. Beberapa zat yang diperlukan oleh tubuh, antara lain karbogidrat, lemak, protein, air, mineral, vitaman,dan banyak lagi. Oleh karena itu, makanan yang dibutuhkan tidak hanya mengenyangkan tetapi harus mensehatkan.

Karbohidrat ialah sebatian organik besar terdiri dari pada unsur-unsur karbon, hydrogen, dan oksigen. Karbohidrat disebut juga hidrat arang. Karbohidrat dibentuk oleh tumbuhan hijau melalui fotosintetis. Fungsi utama karbohidrat dalam organisme adalah membekalakn tenaga/ menhasilakn energi. Karbohidrat diperlukan untuk menjaga kehangatan badan, menghasilkan energi, dan memberi rasa kenyang. Tiga kumpulan karbohidrat ialah minosakarida, disakarida,dan polisakarida. Monosakarida manis dan larut dalam air. Ia terdiri dari pada glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Disakarida terdiri dari pada maltosa, sukrosa, dan laktosa . Ia manis dan larit dalam air. Polisakarida tidak larut dalam air kecuali glikogen yang larut didalam air.Ia terasa manis. Contoh polisakarida ialah kanji, selulosa, dan glikogen. Bhan makanan yang mengandung korbohidrat antara lain beras, jagung, gandum, umbi-umbian, kentang, dan lainnya. Energi yang dihasilakan karbohidrat digunakan untuk beraktiviats, baik untuk aktivitas di luar tubuh maupun didalam tubuh kita. Contoh aktiviats di luar tubuh adalah berlari, bekerja, belajar, dan lainnya. Contoh aktivitas didalm tubuh adalah mencerna makanan, mengedarkan darah, bernafas, dan lainnya.

Protein terdiri dari pada unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Monomer bagi protein adalah asid amino. Dua kelas asid amino perlu dan asid amino tidak perlu. Asid amino perlu adalah asid amino yang tidak dapat disintetiskan dalam sel, contohnya leusenia, dan lisina. Asid amino yang tidak perlu adalah asid amino yang boleh disintetisakn dalam sel. Ia tidak perlu diperolehi dari gizi makanan. Contohnya alaninia. Dua kelas protein ialah protein kelas pertama, dan protein kelas kedua. Protein kelas pertama adalah protein yang mengandung semua 10 jenis asid amino yang diperlukan oleh tibuh kita. Ia terdapat pada daging, ikan, susu, dan telur. Protein kelas kedua pula merupakan protein yang tidak mengandung semua asid amino yang tidak perlu. Ia terdapat dalam protein tumbuhan separti sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Protein ada nabati dan protein hewani. Protein nabati conohnya kacang-kacangan (kacang panjang, kedelai), buncis,. Protein hewani contohnya susu, keju, telur, ikan, udang, dagibg, dan lainnya. Protein disebut juga dengan zat putih telur. Makanan yang mengandung protein biasanya cepat busuk. Dan makanan yang sudah busuk biasanya mberubah menjadi racun. Untuk mengatasi hal itu, bahan makanan sumber protein sebaikanya dikonsumsi dalam keadaan segar.

Lemak didalam tubuh kita, berfungsi sebagai energi, melarutkan vitamin A, D, E, dan K, pelumas persandian tubuh, menghaluskan kulit, dan cadanga makanan. Adadua jenis lemak, yaitu lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati merupakan lemak yang berasal dari tumbuhan, misalnya kacang-kacangan, kedelai, kacang tanah, kelapa, dan minyak kelapa. Ada pun lemak hewani merupan lemak yang berasal dari hewan, misalnya susu, dagaing, telur. Lmek sering disebut dengan hewan gemuk. Jika banyak menkonsumsi lemak secara berlebihan, maka badan kita akan menjadi gemuk. Kelebihan lemak disimpan dibawah kulit kita.

Air sangat kita butuhkan setiap hari. Lebih dari 60% tubuh kita terdiri atas air. Air didalam tubuh kita sangat berguna untuk melarutkan zat-zat makanan, melancarkan pencernaan makanan, dan menstabilkan suhu tubh. Jika tubuh kita kekurangatn air, tubuh kita akan lemas, tidak bertenaga, dan terasa kekeringan air. Setiap hari tubuh kita memperlukan air. Air kelur dari tubuh kita melalui air seni, keringat, feses, dan uap air sisa pernafasan. Setiap hari kita kehilangan air. Oleh karena itu, kita harus mengganti kehiangan air dengan cara minum secukupnya / minum-minuman yang mengandung penambah ion. Air yang kita minum hendaknya air bersih dan harus matang. Pda kondisi normal, tubuh kiya memerlukan air sekitar 2,5 liter setiap hari. Kita juga bias memperoleh air dari buah-buahan serta sayur-sayuran. Beberapa buah dan sayur yang mrngandunga air didalamnya adalah papaya, semangka, jeruk, dan sawi.

Mineral diperluka oleh tubuh dalam jumlah sedikit. Walaupun demikain, mineral harus selalu ada dalam makanan kita makan. Di dalam tubuh, mineral berfungsi sebagai zat pembentuk (pembangun) dan penatur. Jika kekurangan mineral, kesehatan dalam tubuh akan terganggu. Beberapa mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita, antara lain

  1. zat besi berguna untuk sel-sel darah merah. Zat besi banyak terkandung dalam daging, hati, kuningan telur, kedelai, dan sayuran hijau. Kekurangan zat besi mengakibatkan penyakit kurang darah.

  2. Zat kapur digunakan untuk membentuk tulang dan gigi. Selain itu, zat kapur juga diperlukan dalam proses pembekuan darah pada saat terluka. Zat kapur banyak terkandung dalam susu, ikan, dan telur. Zat kapur juga disebut kalsium.

  3. Zat foafor digunakan untuk pembentukan tulang dan sel-sel tubuh. Kekurangan zat fosfor mengakibatkan pertubuhan badan terganggu.Zat fosfor banyak terkandung dalam daging, susu, telur, sayur-sayuran, dan biji-bijian.

  4. Zat yodium berguna untuk mencegah penyakit gondok. Kekurangan zat yodium mengakibatkan penyakit gondok. Zat yodium terdapat pada garam beryodium, sayuran, dan ikan laut.

  5. Zat fluor berguna untuk menjaga kesehatan gigi. Kekurangan mengakibatkan gigi berwarna coklat dan rapuh. Zat fluor banyak terdapat di kunung telur, susu, dan otak.

Vitamin merupakan sekumpulan zat yang berasal dari luar tubuh yang diperlukan tubuh kita agar tetap sehat. Vitamin bukan merupakan sumber tenaga, tetapi mengatur proses di dalam tubuh. Meskipun demikian, vitamin sangat besar peranannya. Kekurangan vitamin biasanya mengakibatkan seseorang mudah terserang penyakit. Penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin disebut Avitaminosis. Kelebihan vitamin juga tidak baik untuk tubuh, kelebihan vitamin disebut Hipervitaminosis.

Macam-macam vitamin yang diperlukan olah tubuh antara lain :

  1. Vitamin A berguna untuk menjaga kesehatan mata, menjaga kesehatan kulit, dan mempertinggi daya tahan tubuh terhadap infeksi. Kekurangan vitamin A mengakibatkan penyakit rabun senja. Vitamin A banyak terkandung pada sayuran dan buah-buahan yang berwarna merah atau jingga, misalnya papaya, wortel , dan tomat. Selain itu, vitamin A juga terdapat dalam susu, ikan, dan hati.

  2. Vitamin B mempunyai beberapa jenis vitamin B1 berfungsi membantu metabolisme karbohidrat dan mengatur keseimbangan air dalam jaringan tubuh. kekurangan vitamin B1 mengakibatkan penyakit beri-beri. Vitamin B1 terdapat pada kulit ari beras, kacang hijau, sayuran, otak, dan susu.Vitamin B2 banyak terdapt pad ragi, telur, susu, dan hati. Kekurangan vitamin B mengakibatkan penyakit Katarak, Dermatitis, dan lainya. Vitamin B6 berfungsi untuk memnbantu tubuh dalam metabolisme pritein. Kekurangan vitamin B6 mengakibatkan Pelagran. VitaminB6 terdapat pada telur, daging, susu, kentang, kubis.

  3. Vitamin C berfungsi untuk pembentukan dan pemeliharaan zat perakat tubuh (serat kolagen) yang menikat sel-sel tubuh. Kekurangan vitamin C menyebabkan penyakit Skorbut. Skorbut ditandai dengan pendarahan gusi, gigi mudah goyah,. Vitamin C terdapat pada jeruk, nanas, papaya, pisang.

  4. Vitamin D terdapat pada sinar matahari, minyak ikan, mentega, susu, kuningan telur, berfunsi sebagai mengatur kadar zat kapur, dan fosfor dalam darah.

  5. Vitamin E berperan dalam system reproduksi, yaitu mencegah kemandulan, mencegah pendarahan pada wanita hamil. Vitamin E banyak terdapat pada kecambah, telur, susu, nmentega, biji-bijian, dan sayuran hujau.

  6. Vitamin K berperan dalam pembentukan protrobin didalam hati. Vitamin K terdapat pada hati, biji-bijian, dan sayuran hijau .Kekurangan vitamin K menyebabkan peredaran dan darah sukar membeku.

Gizi terdapat pada makanan yang kita makan setiap hari, seperti nasi, jagung, kentang, ikan, daging ayam, sapi, telur, tempe, tahu, sayuran (kangkung, bayam, kol, wortel, kacang pajang, dan lainnya), jeruk, pepaya, mangga, dan susu, itu semua makanan yang disebut dengan Empat Sehat Lima Sempurna. Makanan itu berfungsi untuk membantu pertumbuhan tubuh, perkembangan otak, untuk berfikir, untuk melakukan aktivitas. Maka dari itu para orang tua balita mulailah dari sekarang pilihlah makanan yang banyak mengandung gizi dan janganlah memilih makanan yang siap saji karena makanan itu mengandung bahan pengawet yang sangat berbahaya untuk tubuih. Cara memesak makanan jangan terlalu masak hal itu akan membuat gizi dalam makanan akan hilang, dan pilihlah makanan seimbang untuk kita konsumsi setiap hari.


5. Simpulan dan saran

5.1 Simpulan

Simpulan yang saya dapat adalah untuk memperhatikan makanan yang akan diberikan kepada balita, para pakar kesehatan seharusnya memperhatiakn gizi untuk balita agar balita di Indonesia ini tidak mengalami gizi buruk. Karena sudah banyak balita di Indonesai yang mengalami gizi buruk kurang lebih 1,7 juta.tersebar diNusantara. Mulailah dari sekarang kita menyadari hal ini secaara dini. Kita tidak mungkin membiarkan hal ini bertambah lagi.


5.2 Saran

Kita warga Indonesia seharusnya memperhatikan hal ini untuk kemajuan Negara kita. Dan saya butuh bantuan para pembaca karya ilmiah yang terhormat, para departemen kesehatan, para warga masyarakat, untuk menyadari hal itu.

Para orang tua yang mempunyai balita mulailah dari sekarang memilih makanan yang sehat, jaglah kebersihan pada makanan yang akan kita makanan. Kurangi mengkonsumsi makanan siap saji, banyak makan buah, sayur, dan jangan lupa susu.


Pustaka acuan.

www.p3gizi.litbang.depkes.go.id

www.gizi.net

www.pom.go.id

buku panduan IPA,(tiga serangkai),


Biodata

Dwi Nuryanti, lahir di Surakarta,8 November 1991. Pendidikan formal dimulai dari SD Negeri 11 Sondakan, SMP Negeri 10 Surakarta, SMA Batik 2 Surakarta, dan sampai sekarang masih duduk dikelas XI.






BAHAYA DI BALIK KEMASAN MAKANAN

k-09

Tema: Pencegahan Terhadap Terjadinya Keracunan makanan

BAHAYA DI BALIK KEMASAN MAKANAN

Albert, Ajeng, Budi, Saghita, dan Dea

SMA PL St Yosef



Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan.Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan.Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai. Jaman dahulu wadah dan pembungkus makanan dan bahan makanan, tidak lepas dari bahan-bahan yang bersumber dari alam khususnya daun-daunan seperti daun pisang, daun jagung, hingga wadah yang dianyam dari bambu, seperti besek misalnya.

Berikut ini uraian tentang ragam wadah/pembungkus dan resikonya.

(http://zoehrie.blogspot.com/2007/09/bahaya-dibalik-kemasan-makanan.html)

1. Plastik

Bahan pengemas yang satu ini mudah didapat dan sangat fleksibel penggunaannya. Selain untuk mengemas langsung bahan makanan, seringkali digunakan sebagai pelapis kertas. Jenis plastik sendiri beraneka ragam, ada Polyethylene, Polypropylen, Poly Vinyl Chlorida (PVC), dan Vinylidene Chloride Resin. Secara umum plastik tersusun dari polimer yaitu rantai panjang dan satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer. Polimer ini dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat tidak larut, sehingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker. Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini dapat berpindah ke dalam makanan, dan selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urin maupun feses (kotoran).

Yang relatif lebih aman digunakan untuk makanan adalah Polyethylene yang tampak bening, dan Polypropylen yang lebih lembut dan agak tebal. Poly Vinyl Chlorida (PVC) biasanya dipakai untuk pembungkus permen, pelapis kertas nasi dan bahan penutup karena amat tipis dan transparan. Sedangkan Vinylidene Chloride Resin dan Poly Vinyl Chlorida (PVC) bila digunakan mengemas bahan yang panas akan tercemar dioksin, suatu racun yang sangat berbahaya bagi manusia

2. Styrofoam

Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin, tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan. Styrofoam yang ringan dan praktis ini masuk dalam kategori jenis plastik.

3. Kertas

Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut.

Penggunaan kertas yang telah diputihkan dan sering digunakan sebagai pembungkus teh celup juga berbahaya bagi tubuh. Kertas ini berbahaya karena sudah ditambahkan bahan pemutih (chlorine), suatu unsur yang dapat menimbulkan kanker. Contoh produk yang menggunakan kertas jenis ini adalah teh celup dan tissue. Bila terkena suhu tinggi akan menghasilkan dioksin, suatu senyawa racun yang berbahaya bagi kesehatan kita. Tahun 1998, WHO menetapkan ambang batas aman konsumsi dioksin, yaitu 1-4 pikogram (sepertriliun gram) dioksin per-kilogram berat badan. Dalam jumlah sedikit saja sudah sangat berbahaya, apalagi bila dalam jumlah besar maka dioksin akan bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Konsentrasi lebih tinggi lagi akan menyebabkan penyakit kulit chloracne (jerawat yang parah disertai dengan erupsi kulit dan kista). Selain itu dioksin juga akan menyebabkan penurunan hormon reproduksi pria hingga 50% dan menyebabkan kanker prostat dan kanker testis.

Pada wanita, dioksin akan menyebabkan kanker payudara dan endometriosis, yakni jaringan selaput lendir rahim yang masih berfungsi tumbuh di luar rongga rahim.Oleh karena itu untuk menghindarkan hal-hal di atas bila tidak terpaksa gunakan teh (teh tubruk) secara langsung, dan gunakan pembungkus yang aman seperti daun pisang dan aluminium foil. Itulah bahan-bahan pembungkus dan wadah makanan yang berbahaya. Dengan kondisi masih rendahnya kesadaran masyarakat, maka selain pensosialisasian masalah, kita juga mulai harus meningkatkan kehati-hatian. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati ?

4. Kaleng

Kaleng yang dipergunakan untuk mengemas makanan itu cukup aman sebatas tidak berkarat, tidak penyok dan tidak bocor. Namun demikian bila kita akan mengonsumsi makanan yang dikemas dalam kaleng ini perlu melakukan pemanasan ulang. Yakni kurang leblh l5 menit untuk menghindarkan adanya Escherichia coli yang sangat mematikan.

5. Gelas

Gelas merupakan bahan pengemas yang aman. Gelas banyak digunakan untuk mengemas minuman ataupun makanan yang telah diproses melalui proses fermentasi seperti acar, taoco, kecap, dan lain-lain.

Berdasarkan uraian di atas, apabila kita renungkan ternyata hampir semua produk makanan yang kita gunakan sehari-hari dibuat dari bahan-bahan di atas. Oleh karena itu, hendaknya kita bijaksana dalam memilih produk makanan atau minuman dengan kemasan yang aman bagi kesehatan kita dan keluarga yang kita cintai.