Minggu, 21 Oktober 2007

karya SMA Muh 1 Klaten

karya ilmiah dari:

1. Adi Nugraha

2. Anisa Jayusman

3. Asep Winanto

4. Izza Firdausi Hadiyanto

5. Suparjo

BAB I

PENDAHULUAN


I.1. Latar Belakang


Karya ilmiah ini kami buat agar pembaca mengetahui bahwa perlunya asupan gizi yang cukup bagi balita. Karena akibat dari kekurangan gizi akan menyebabkan seseorang tidak produktif, penurunan kecerdasan dan ketahanan tubuh.

Gizi yang dibutuhkan balita disini adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air yang terkandung di dalam ASI. Hal ini akan dibahas lebih luas dalam bab pembahasan.


I.2. Tujuan penulisan


  1. Untuk mengikuti lomba karya ilmiah.

  2. Untuk menginformasikan pentingnya asupan gizi yang cukup bagi balita.

  3. Untuk menambah khasanah bagi para pembaca.



I.3. Metodologi

Dalam penulisan karya ilmiah ini digunakan data dari dua sumber yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Yang dimaksud sumber primer adalah sumber yang berasal dari benda yang dibicarakan. Sumber sekunder adalah sumber yang diperoleh dari studi pustaka dan keterangan para narasumber.

Dari kedua sumber diatas yang paling banyak digunakan adalah sumber sekunder , karena sumber sekunder lebih terperinci. Adapun metode pendekatan yang digunakan adalah metode komporatif atau perbandingan dan analisis. Dengan menggunakan metode tersebut, data yang diperoleh dikelompokkan menurut jenisnya. Data-data tersebut dibandingkan dengan data yang telah diketahui fungsinya.


BAB II

PEMBAHASAN


II.1. Pengertian ASI..


Asupan gizi yang dibutuhkan balita adalah ASI (Air Susu Ibu). ASI merupakan sebuah cairan yang berwarna putih yang menyerupai susu, yang banyak sekali mengandung nutrisi yang bersumber dari ibu. Ketika ibu tersebut sedang hamil dan biasanya dikeluarkan pada saat bayi lahir. Produksi air susu (laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu atau payudara ibu. Sebelum kehamilan payudara hanya terdiri dari jaringan lemak (adiposa) serta suatu system berupa kelenjar susu dan saluran-saluran kelenjar atau duktus kelenjar yang belum berkembang.


II.2. Proses terbentuknya ASI.


Pada masa kehamilan, pertumbuhan awal kelenjar susu dirancang oleh mammotropin. Mammotropin merupakan hormon yang dihasilkan dari hipofisis ibu dari plasenta janin. Selain mammotropin ada juga sejumlah besar estrogen dan progesterone yang dikeluarkan oleh plasenta. Sehingga sistem saluran-saluran kelenjar payudara tumbuh dan bercabang. Secara bersamaan kelenjar payudara dan jaringan lemak disekitarnya juga bertambah besar.

Walaupun estrogen dan progesterone penting untuk perkembangan fisik payudara selama kehamilan, pengaruh khusus dari kedua hormon ini adalah untuk mencegah sekresi dari air susu. Sebaliknya hormon prolaktin mempunyai efek yang berlawanan, yaitu meningkatkan sekresi air susu. Hormone ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis dan kosentrasinya dalam darah ibu meningkat dari minggu kelima kehamilan sampai kelahiran bayi. Selain itu, plasenta mensekresikan sejumlah besar somatomamatropin korion manusia, yang juga mempunyai sifat laktogenik ringan sehingga menyokong protaktin dari hipofisis ibu.


II.3. Pengertian dan khasiat ASI eksklusif.


Jika sejak dulu para orangtua tahu betapa besarnya manfaat ASI. Pastilah sayang bila ibu harus memberi tambahan susu forula atau pisang lumat pada buah hati mereka. Khasiatnya menurut penelitian baru mencegah anak dari penyakit akut atau kronis.

Tentu saja bukan sembarang ASI yang punya manfaat luar biasa tersebut. Tetapi terutama ASI yang dikonsumsi bayi secara eksklusif. ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan tanpa dicampur dengan makanan atau cairan lain meski air putih sekalipun. Karena manfaatnya akan terserap tubuh sangat baik dan memberi perlindungan yang diperlukan bayi. ASI masih tetap perlu diberikan sampai bayi berusia 2 tahun, tapi bayi harus mendapatkan makanan pendamping.

Padahal bila diberikan ASI eksklusif seorang ibu tidak harus membeli susu formula. Dan ditambah lagi dengan manfaat yang lainnya. Sebab, berbagai penelitian telah membuktikan jika bayi usia 0-6 bulan diberikan hanya ASI saja. Pertumbuhannya jauh lebik baik dibanding bayi yang tidak mendapat ASI. Hal ini disebabkan karena didalam ASI mengandung zat kekebalan yang dapat meningkatkan daya tahan anak terhadap penyakit cukup baik. Diantaranya mengandung lemak, protein, karbohidrat, vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh bayi.


II.4. Manfaat ASI.


Akhir-akhir ini banyak ibu yang selalu memberikan makanan pendamping kepada balitanya seperti susu formula, padahal susu formula yang diberikan kepada balita tidak cukup mengandung gizi yang dibutuhkan balita. Berikut manfaat ASI yang lebih terperinci dibanding dengan susu formula:


1.Manfaat ASI dibanding susu formula dilihat dari segi Kesehatan


a. ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi. Selama dalam kandungan bayi mendapatkan zat pelindung dari ibunya melalui plasenta. Setelah lahir, suplai zat pelindung ini terhenti digantikan ASI. Zat protektif seperti makrofag, limfosit, laktoferin, imunoglobulin, laktobasilus bifidus, dll dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi yang disebabkan bakteri, virus ataupun jamur .

b. Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E.coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.

c. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.

d. Lysosim, enzim yang melindungi bayi terhadap bakteri (E.coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak dari pada susu sapi.

e. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari Brochus Asociated Lympocyte Tissue (BALT) anti bodi pernapasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) anti bodi saluran pernapasan dan Mammarry Asociated Lympocyte Tissue (MALT) anti bodi jaringan payudara ibu.

f. Faktor bifidus sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk memperhambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.

g. Dari aspek Neurologis. Dengan menghisap payudara koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir lebih sempurna.

h. Mencegah anak mengalami obesitas (kegendutan).

i. Dapat menurunkan resiko kematian bayi dan penyakit kronis.

j. Daya tahan tubuh lebih kuat.


2. Manfaat ASI dibanding susu formula dilihat dari segi Psikologis


a. Mempererat jalinan kasih sayang antara ibu dan anak.

b. Memiliki pengaruh emosional. Sebab dengan memberikan ASI juga mempunyai pengaruh emosional bagi ibu dan anak.

c. Anak merasa tentram , aman dan nyaman bila sedang menyusu pada ibu.

d. Anak merasa rileks bila menyusu pada ibu.

e. Mempererat jalinan naluri antara ibu dan anak.

f. Perasaan ibu menjadi tenang, bahagia dan menimbulkan percaya diri karena dapat memberikan ASI kepada buah hatinya.

g. Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.


3. Manfaat ASI dibanding susu formula dilihat dari segi Ekonomi


a. Harganya lebih murah dan hemat, karena biaya yang harus dikeluarkan selama sebulan memberi susu formula dari pada ASI yang murah dan lebih bagus nilai gizinya.

b. Cara penyajiannya jauh lebih praktis ketimbang susu formula.

c. Tidak perlu biaya untuk membeli botol dot susu.

d. Ketersediaan ASI jauh lebih banyak dari pada susu formula yang setiap bulannya harus diperbarui(dibelikan susu formula baru).







BAB III

PENUTUP


III.1. Kesimpulan

Dari uraian diatas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Pentingnya asupan gizi bagi balita supaya dapat meningkatkan pertumbuhan badan dan kecerdasan anak.

  2. ASI merupakan sumber makanan utama bagi balita yang banyak mengandung gizi yang sangat dibutuhkan tubuh.

  3. Balita mendapatkan ASI sebaiknya selama 2 tahun.

  4. Memberikan ASI eksklusif lebih baik daripada memberikan susu formula kepada balita.


III.2. Saran-Saran


Untuk menambah pengetahuan para ibu supaya lebih memperhatikan kebutuhan gizi pada anak terutama balita agar tidak terjadi kekurangan gizi yang menyebabkan seseorang tidak produktif, penurunan kecerdasan, dan ketahanan tubuh.

Marilah kita bersama-sama untuk memahami pentingnya gizi yang cukup untuk anak-anak supaya anak-anak kita tidak mengalami kekurangan gizi yang dapat menyebabkan beberapa penyakit.

Demikian karya ilmiah ini kami buat supaya menambah wawasan dan pengetahuan bagi kita semua. Karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka kami senantiasa menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Tidak ada komentar: